Tradisi

Therawada (150) Mahayana (24) Vajrayana (9) zen (6)
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Januari 2016

Tao Mengagungkan Buddha





Berikut ini terdapat dalam berbagai kitab suci Taoisme:

I. Berdasarkan kitab Daoshi Falun Jing 《道士法輪經》
Mahadewa (天尊) mengucapkan gāthā berikut sebagai nasihat bagi para Taois (daoshi 道士):
  若見佛圖  思念無量
  當願一切  普入法門
  若見沙門  思念無量
  願早出身  以習佛真

  “Apabila menjumpai stūpa Buddha, renungkanlah tanpa batas:
  Semoga semua makhluk dapat secara universal memasuki Pintu Dharma.
  Apabila menjumpai śramaṇa, renungkanlah tanpa batas:
  Semoga selekasnya terbebas dari badan jasmani berkat mempelajari Kebenaran Buddha.”


II. Berdasarkan kitab Taishang Qingjing Xiaomo Baozhen Anzhi Zhihui Benyuan Dajie Shangpin Jing 《太上清淨消魔寶真安志智慧本願大戒上品經》
Dalam ikrar-Nya yang ke-49, Mahadewa bertekad:

  若見沙門尼,當願一切,明解法度,得道如佛
  “Apabila menjumpai śramaṇa/i, semoga semua makhluk memahami Dharma dan memperoleh Pencerahan seperti Buddha.”



III. Berdasarkan kitab Laozi Shengxuan Jing 《老子昇玄經》
Mahadewa memberitahu (Zhang) Daoling untuk pergi ke timur menerima Ajaran Dharma.

Shengxuan Jing juga mengisahkan:
Tathāgata di sebelah timur memerintahkan Shansheng Dashi (善勝大士 Sujita Mahāsattva) untuk menemui Taishang (Laojun) dan berkata, “Tathāgata mendengar bahwa Anda telah membabarkan Dharma kepada Daoling, maka Beliau memerintahkan saya datang menengok Anda.” Lalu, ia berkata kepada Zhang, “Marilah mengikut saya menuju ke tempat Sang Buddha agar engkau dapat melihat yang belum pernah kaulihat dan mendengar yang belum pernah kaudengar.” Ling pun bersujud kepada Sang Mahāsattva dan mengikutinya menuju ke tempat Sang Buddha untuk mendengarkan Dharma.


IV. Dalam Daoshi Zhang Ling Biezhuan 《道士張陵別傳》 dikisahkan:
Di Gunung Geming (鴿鳴山) Ling memuja sebuah rupang emas dan melafalkan sūtra-sūtra Buddha.



V. Berdasarkan Laozi Xisheng Jing 《老子西昇經》:
 “Guruku pergi ke Tianzhu (天竺 Indu/India) dan memasuki Nirvāṇa.”

Fuzi (符子) juga menyebutkan:
 “Guru Laoshi (老氏) bernama Śākyamuni Buddha (釋迦文佛).”

 

VI. Dalam kitab Zhihui Guanshen Dajie Jing 《智慧觀身大戒經》 dikatakan:
Mereka yang mempelajari Tao haruslah selalu ingat mengelilingi Baktisala Kemurnian Agung (大梵流影宮) untuk menghormati Buddha (dengan pradakṣiṇa).



VII. Dalam kitab Shengxuan Jing 《昇玄經》 dikatakan:
Apabila terdapat śramaṇa yang datang hendak mendengarkan (ceramah) kitab-kitab suci, pengawas persembahan (供主) janganlah memperhitungkan biaya makan-minumnya atau menghalanginya agar tak dapat mendengar. Sebaliknya, persilakanlah ia duduk di tempat yang terhormat (上座, sebagai yang dituakan/Thera) dan daoshi penceramah kitab suci (道士經師) hendaknya menempatkan diri di bawahnya.

Lebih lanjut Shengxuan Jing juga mengatakan:
Ketika seorang daoshi mengadakan perjamuan, apabila ada bhikṣu yang datang, persilakanlah ia menempati tempat duduk yang terhormat dan berikan persembahan sebaik-baiknya. Daoshi penceramah kitab suci hendaknya menempatkan diri di bawahnya. Apabila śramaṇa/i datang mendengarkan Dharma, pada tempat yang tertutup persilakan ia duduk di tempat yang terhormat. Penyelenggara persembahan hendaklah memberinya persembahan sesuai Dharma dan tidak menghalanginya.

 

VIII. Berdasarkan kitab Huahu Jing 《化胡經》
Mahadewa menghormati Buddha dengan mengucapkan gāthā:

  願採優曇華  願燒旃檀香
  供養千佛身  稽首禮定光
  佛生何以晚  泥洹一何早
  不見釋迦文  心中常懊惱

  “Aku hendak memetik bunga udumbara.
  Aku hendak membakar dupa cendana.
  Sebagai persembahan bagi seribu Buddha
  Dan hormatku kepada Dīpaṅkara (定光佛).

  Mengapa Buddha lahir begitu lama?
  Dan mencapai Nirvāṇa begitu cepat?
  Tidak dapat menjumpai Śākyamuni,
  Hatiku senantiasa merasa gundah.”



IX. Berdasarkan kitab Lingbao Xiaomo Anzhi Jing 《靈寶消魔安志經》
Mahadewa mengucapkan gāthā sbb.:

  道以齋為先  勤行當作佛
  故設大法橋  普度諸人物

   “Tao dimulai dari puasa–vegetarian.
  Mereka yang tekun berlatih akan menjadi Buddha.*)
  Karenanya, dirikanlah jembatan Dharma
  Untuk menyeberangkan semua makhluk secara universal.

_____________
*) N.B. Dalam cetakan edisi baru, kalimat kedua ini diubah oleh para Taois menjadi 勤行登金闕 “Mereka yang tekun berlatih akan naik ke Jinque (Istana Kencana)…”



X. Dalam kitab Laozi Daquan Pusa Jing 《老子大權菩薩經》 disebutkan:
Laozi adalah Bodhisattva Kāśyapa (迦葉菩薩) yang pergi berkelana ke Cīna untuk mengubahnya (ke Jalan Dharma).

 

XI. Berdasarkan kitab Lingbao Falun Jing 《靈寶法輪經》 diceritakan:
Beberapa hari setelah Ge Xiangong lahir, ada seorang śramaṇa dari luar negeri yang melihat Xiangong, bernamaskāra dan menggendongnya, lalu berkata kepada ibu-bapa Xiangong, “Kanak-kanak ini ialah Bodhisattva Shanjian (善見菩薩 Sudṛṣti) dari Sebelah Barat yang kini datang ke Tanah Han untuk mengajar semua makhluk di sini. Ia akan menempuh Jalan Kedewaan (仙道) dan naik ke surga pada siang hari.”

Xiangong sendiri pernah berkata kepada murid-muridnya, “Guruku bermarga Boyue (波閱 ?Vajra), bernama Weinuohe (維那訶 ?Vinapa). Beliau adalah orang dari Negeri Barat.”

 

XII. Berdasarkan kitab Xianren Qingwen Zhongsheng Nan Jing 《仙人請問眾聖難經》
Ge Xiangong berkata kepada murid-muridnya, “Dahulu aku dengan empat orang — Shi Daowei (釋道微), Zhu Fakai (竺法開), Zhang Tai (張太), Zheng Siyuan (鄭思遠) — bersama-sama membuat tekad. Daowei dan Fakai bertekad menjadi śramaṇa (anggota saṅgha). Sedangkan Zhang Tai dan Zheng Siyuan bertekad menjadi Taois (daoshi 道士).”

 

XIII. Dalam Xiangong Qiju Zhu 《仙公起居注》 tertulis:
Pada saat itu… lahirlah di rumah Ge Shangshu (葛尚書). Shangshu telah berumur lebih dari 80 tahun; barulah memiliki seorang putra.

Ketika itu, ada seorang śramaṇa yang mengaku sebagai bhikṣu dari India dan membeli banyak wewangian di pasar. Orang di pasar kehéranan dan menanyainya. Ia menjawab, “Semalam aku bermimpi melihat Bodhisattva Shansi (善思菩薩) yang turun lahir di rumah Ge Shangshu. Aku hendak menggunakan wewangian ini untuk memandikannya.”

Saat waktu kelahirannya tiba, bhikṣu itu pun membakar dupa, mengelilinginya sebanyak 7 putaran (pradakṣiṇa), bernamaskāra, dan memandikannya dengan hormat.



XIV. Berdasarkan kitab Xiangong Qingwen Shang Jing 《仙公請問上經》
… berkata-kata dengan śramaṇa dan Taois, “Bercita-cita bagi Buddha; kehormatan bagi Saṅgha.”




XV. Dalam kitab Shangpin Dajie Jing 《上品大戒經》 bab “Mengukur Jasa Kebajikan” 〈校量功德品〉 disebutkan:
Berdāna untuk stūpa/caitya Buddha akan memperoleh pahala seribu kali lipat.
Berdāna untuk śramaṇa akan memperoleh pahala seratus kali lipat.



XVI. Dalam kitab Shengxuan Neijiao Jing 《昇玄內教經》 tertulis:
Jikalau terdapat seseorang yang sehari-harinya tidak pernah berbuat kebaikan — bahkan tidak sebulan sekali — namun dapat menjumpai śramaṇa atau guru Tao yang membabarkan Dharma dan menganjurkan kebaikan, maka orang tersebut akan memahami Pikiran yang Tak Tertelusuri.



XVII. Daoshi Tao Yinju (陶隱居) pernah mengarang sebuah teks yang berjudul Li Fo Wen 《禮佛文 ‘Penyembahan kepada Buddha’》.




XVIII. Berdasarkan kitab Zhihui Benyuan Jie Shangpin Jing 《智慧本願戒上品經》 disebutkan:
Berdāna makanan pada suatu hari secara khusus untuk saṅgha Sang Buddha atau satu sen untuk stūpa/vihāra — semua kebajikan di atas akan memperoleh pahala 24.000 kali lipat. Semakin banyak kebajikan, semakin banyak pahala. Dari generasi ke generasi akan menjadi pandai dan gemar melakukan kebaikan tanpa jenuh. Tujuh tingkatan leluhur semuanya akan memasuki Negeri Buddha yang Tak Terukur (無量佛國).


XIX. Berdasarkan kitab Xiangong Qingwen Jing 《仙公請問經》:
Ada orang yang melaksanakan kebajikan dan bertekad hendak menjadi śramaṇa (沙門), Taois (daoshi 道士), atau sarjana (大博); dalam kelahirannya mendatang ia akan menjadi śramaṇa, mempelajari Buddhadharma, dan menjadi guru Dharma bagi orang banyak.
Ada pula seseorang yang melihat śramaṇa atau Taois yang diundang untuk membacakan sūtra. Ia menertawai, “Berhadapan dengan kesia-siaan saja mereka melafalkan sūtra! Keunikan apa yang mereka harapkan dari berperut kosong dan makan sekali sehari?” Sungguh orang ini berdosa. Seorang daoshi hendaknya berbelas kasih dan menasihatinya sebab ia takkan lepas dari pembalasan. Setelah meninggal ia akan masuk neraka dan mengalami lima penderitaan.




Dari kutipan-kutipan di atas dapat kita lihat bahwa ternyata guru-guru yang kita muliakan seperti Tao Yinju, Ge Xiangong, bahkan Zhang Daoling dan Mahadewa Taishang Laojun (Laozi) pun belajar Dharma dari Buddha. Apalagi kita — alangkah tidak berbaktinya kita, sebagai murid, jika kita mengabaikan teladan mereka dan menolak Buddhadharma! Tentu tidak pantas kita disebut sebagai murid yang sejati.

Seperti orang yang membalikkan apa yang terbalik, menunjukkan jalan kepada yang tesesat, atau menerangi mereka yang berada dalam kegelapan, Buddha telah mengajarkan Dharma yang demikian luhur, agung, dan mendalam: indah pada awal, pertengahan, dan akhirnya; indah baik bahasa maupun artinya. Maka mulai hari ini dan seterusnya, marilah kita bersama-sama menyatakan:

  Aku berlindung kepada Buddha.
  Aku berlindung kepada Dharma.
  Aku berlindung kepada Saṅgha. (3x)

Semoga kiranya Buddha, Dharma, dan Saṅgha (TRIRATNA) berkenan menerima kita sebagai siswa selama hayat dikandung badan.




Kamis, 21 Januari 2016

Mengolah Perhatian Murni Dalam Konteks Sangha

Mengolah Perhatian Murni Dalam Konteks Sangha

Y.A. Maha Biksu Thich Nhat Hanh
Diterjemahkan oleh Nie Nie Hsu dan diedit oleh Jimmy Lominto



Sangha terkasih, hari ini tanggal 30 Juli 1998 dan kita ada di Upper Hamlet. Ceramah akan dalam bahasa inggris hari ini...

Ada yang mengajukan pertanyaan ini: jika seseorang sakit mental, apakah orang itu sebaiknya pergi ke terapis dulu atau boleh langsung mulai berlatih meditasi? Saya dengar ada guru meditasi yang berkata “Anda harus pergi dulu ke terapis, setelah itu baru kembali ke saya.” Tetap ada orang yang bertanya: jika ada yang sakit mental, sebaiknya dia pergi ke terapis dulu atau dapatkah dia langsung memperoleh manfaat dari latihan meditasi Buddhis? Saya pernah membaca di suatu tempat bahwa seorang guru umat awam mengatakan bahwa Anda dapat memulai dengan meminta orang itu duduk di bantal untuk beberapa waktu, satu jam atau setengah jam, untuk melihat apa yang terjadi; setelah itu Anda akan tahu apa yang harus dilakukan. Saya rasa jawabannya tergantung pada jenis latihan meditasinya. Ada di antara kita yang memiliki begitu banyak kepedihan dan penderitaan di dalam sehingga mereka tidak bisa diam, untuk kembali ke diri mereka sendiri. Setiap kali mereka duduk diam dan mulai memperhatikan diri sendiri, mereka harus bersentuhan dengan bongkah kepedihan dan penderitaan dalam diri mereka. Mereka akan dibanjiri oleh energi penderitaan dalam diri mereka dan itulah sebabnya mengapa mereka berkata, “Meditasi bukan untuk saya. Saya tidak bisa duduk. Terlalu tenang dan menjadi landasan untuk keluarnya seluruh penderitaan dalam diri saya.” Memang benar ada orang-orang yang tidak kuat untuk menghadapi penderitaan mereka sendiri dan yang sangat takut kembali ke diri mereka sendiri, karena ketika mereka kembali ke rumah, mereka akan bersentuhan dengan derita dalam diri mereka. Ada juga orang-orang yang takut tidur, karena kepedihan dan penderitaan tersebut muncul dalam mimpi. Apa yang harus dilakukan dalam keadaan-keadaan ini?
Jawaban dalam konteks Buddhis adalah Anda harus berlatih mengambil perlindungan pada Dharma dan Sangha. “Dharma” dan “Sangha” di sini adalah hal yang sangat konkret, bukan sekadar konsep. Pertama, berlindung pada Sangha: Sangha adalah sebuah komunitas saudara dan saudari yang berlatih. Di dalam Sangha ada elemen kestabilan, elemen sukacita. Sangha adalah sebuah perlindungan dan Sangha selalu mempunyai tempat, seperti sebuah pusat latihan. Anda pergi ke sebuah pusat latihan dan Anda akan bertemu Sangha. Pusat latihan adalah sebuah ruang dimana segala sesuatu dibuat sedemikian rupa sehingga Anda dapat menyentuh elemen-elemen yang menyegarkan, menyembuhkan, dan memupuk. Apapun yang Anda sentuh menyegarkan, menyembuhkan dan memupuk, Sangha yang ada di tempat itu seharusnya memainkan peran yang sama, mendukung Anda, melindungi Anda, dan memupuk Anda.
Sebagai anggota Sangha, Anda tahu bagaimana cara berjalan. Anda berjalan dengan penuh kesadaran dan dengan setiap langkah Anda hasilkan energi soliditas, kebebasan, kedamaian, dan ketenangan. Anda tidak berlari, seperti di luar. Setiap langkah membantu kita untuk kembali ke saat ini. Setiap langkah membantu kita menyentuh kehidupan secara lebih mendalam. Setiap langkah membantu kita menyentuh mujizat-mujizat kehidupan yang tersedia di sini dan sekarang. Setiap anggota Sangha seharusnya mampu berjalan seperti itu. Di dunia ini, orang-orang tidak berjalan seperti itu…tidak banyak. Mereka terbiasa lari dan mereka lari agar dapat tiba di suatu tempat, tapi di pusat latihan Anda seharusnya tiba setiap saat dan setiap langkah membawa Anda kembali ke sini dan ke sekarang, yang merupakan tempat tujuan Anda. Jadi ketika Anda bertemu Sangha, Anda mungkin mengenali elemen-elemen Sangha yang otentik. Anggota Sangha tahu bagaimana duduk dengan damai, di manapun mereka duduk: di atas rumput, di bangku panjang, di bantal meditasi, mereka selalu membuat tubuh dan pikiran mereka berdiam dengan damai di dalam kekinian. Duduk berarti berhenti dan tidak berlari lagi. Anda membuat diri Anda tersedia bagi kehidupan, sehingga kehidupan sebaliknya juga akan membuat dirinya tersedia untuk Anda. Jika Anda tidak ada di sana, maka kehidupan tidak akan ada di sana juga. Oleh karena itu, duduk atau berjalan, Anda membuat diri Anda tersedia, di sini dan di sekarang, dan kehidupan akan membuat dirinya tersedia buat Anda di sini dan di sekarang juga.
Buddha berkata masa lalu telah berlalu, masa depan belum lagi tiba; hanya ada satu saat untuk Anda hidup: yaitu saat ini. Tapi kebanyakan dari kita tidak mampu hidup di saat ini. Kita selalu berpikir tentang masa lalu atau masa depan, karena kita mempunyai penderitaan, ketakutan, penyesalan, dan kegelisahan dalam diri kita. Kapasitas untuk berada di sini dan di sekarang harus diolah melalui latihan. Para anggota Sangha seharusnya mampu berlatih hal itu setiap hari, sehingga ketika mereka berjalan atau duduk, atau melakukan sesuatu, mereka memancarkan energi kehidupan, kedamaian, kestabilan. Jumlah energi, kedamaian, dan kestabilan yang mereka pancarkan tergantung pada tingkat latihan mereka. Setiap kali Anda pergi ke pusat latihan, Anda mendapat keuntungan dari energi tersebut. Ketika Anda melihat seorang saudara berjalan seperti itu, Anda diingatkan bahwa Anda masih terus berlari, dan sebaiknya mulai berjalan seperti itu juga, agar hidup menjadi dimungkinkan.
Berlindung pada Sangha adalah sebuah latihan yang sangat penting. Sangham saranam gacchami—aku berlindung pada Sangha—bukanlah sebuah deklarasi keyakinan; tapi merupakan latihan. Dicampakkan, sendirian, Anda tersesat, Anda larut terseret. Itulah sebabnya Anda datang ke pusat latihan, untuk berlindung pada Sangha. Anda mengizinkan Sangha memeluk Anda. Anda mengizinkan Sangha mengangkut Anda seperti kapal, sehingga Anda dapat menyeberangi lautan penderitaan. Jika Anda ada Sangha dimana Anda adalah bagian darinya, jika Anda punya Sangha yang memeluk Anda dan memandu Anda dalam latihan Anda, Anda orang yang bahagia. Jadi, berlindung pada Sangha adalah latihan yang sangat dalam, terutama bagi orang-orang yang merasa rentan, goyah, tidak tenang, dan tidak stabil. Aku berlindung pada Sangha adalah sebuah latihan yang sangat mendesak. Di manapun Anda berada, cari dan gabunglah ke dalam Sangha. Dan jika Sangha Anda belum mempunyai kualitas yang Anda harapkan, gunakanlah energi dan waktu Anda untuk membantu membangun Sangha itu, dan meningkatkan kualitasnya.
Tempat sebaiknya cocok untuk Sangha yang akan dibangun. Pembangun Sangha bagaikan seorang arsitek. Dia tahu bagaimana membuat ruang yang dapat memunculkan kedamaian. Pepohonan, air, udara, alam, seharusnya dapat banyak membantu. Elemen-elemen Sangha seharusnya mencakup alam. Sebuah jalur yang indah untuk meditasi jalan sangat penting untuk Sangha; ia adalah sebuah elemen Sangha. Udara yang Anda hirup sangat penting, pohon-pohon di sekeliling Anda sangat penting. Air yang Anda lihat mengalir dan bernyanyi, adalah bagian yang penting dari Sangha. Dan di ruang dimana alam tersedia buat Anda, elemen Sangha yang sedang berlatih juga tersedia buat Anda. Inilah apa yang sangat kita butuhkan di zaman kita ini. Jika Anda adalah seorang arsitek abad duapuluh satu, pikirkanlah hal ini—sebuah pulau dimana kita dapat berlindung, sehingga kita tidak akan dihancurkan oleh elemen-elemen negatip kehidupan yang ada di mana-mana. Pembangun Sangha tahu bagaimana menciptakan ruang dan dia tahu bagaimana mengumpulkan anggota-anggota Sangha, yang dapat hidup secara harmonis satu dengan yang lainnya, yang dapat menikmati latihan, dan yang dapat berfungsi sebagai tubuh pendukung bagi orang-orang yang datang ke mereka. Kita semua membutuhkan Sangha. Membentuk Sangha adalah sebuah tugas yang sangat penting bagi kita semua. Jika Anda menikmati latihannya, jika Anda mendapatkan transformasi dan penyembuhan yang Anda butuhkan, maka timbangkanlah untuk membangun sebuah Sangha untuk orang-orang yang Anda cintai, dan bagi mereka yang begitu membutuhkan Sangha. Bukan hanya anak-anak yang membutuhkan lingkungan yang baik dan Sangha yang baik, tapi sebagai orang dewasa, kita semua membutuhkan Sangha untuk perlindungan kita dan penyembuhan kita.
Buddha adalah seorang pembangun Sangha yang menakjubkan dan Beliau memiliki banyak murid yang juga adalah pembangun Sangha yang unggul. Beliau tahu bahwa tanpa Sangha, tanpa sebuah lingkungan, transformasi dan penyembuhan orang-orang akan sangat sulit. Itulah sebabnya, jika Anda seorang terapis, jika Anda seorang pengajar, harap pikirkanlah itu. Penyembuhan tidak akan terjadi tanpa tempat semacam itu atau kumpulan orang-orang yang seperti itu. Anda mungkin membantu mengurangi derita seseorang, tapi begitu Anda kembalikan dia ke lingkungannya, dia akan sakit lagi, beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian. Jadi setelah membantu dia untuk sembuh, arahkan dia ke lingkungan dimana dia akan dapat meneruskan penyembuhan dan transformasinya, dan dia dapat menjadi sebuah alat untuk membantu yang lainnya. Masyarakat kita sakit, banyak dari kita yang sakit, karena lingkungan dimana kita tumbuh besar tidak tepat untuk pertumbuhan kita, untuk kedamaian kita, untuk transformasi kita. Itu adalah mengenai Sangha. Anda membutuhkan elemen pertama, Sangha.
Elemen kedua adalah Dharma. Berlindunglah pada Dharma, karena Dharma dapat melindungi Anda, Dharma bukan sebagai sebuah ceramah Dharma atau sebuah buku, atau sebuah diskursush, melainkan Dharma sebagai amalan, yang dicontohkan oleh orang-orang seperti Anda. Ketika Anda berlatih menyadari napas, jalan berkesadaran, mendengarkan lonceng dengan penuh kesadaran, Anda bawa masuk elemen kedamaian, stabilitas ke dalam diri Anda dan Anda terlindung selama waktu itu, dan Anda mulai memancarkan energi kestabilan dan kedamaian ke sekeliling Anda. Keadaan batin tersebut akan melindungi anak-anak Anda, akan melindungi orang-orang yang Anda sayangi, dan meskipun Anda tidak memberikan ceramah Dharma dengan kata-kata Anda, tapi Anda sedang memberikan ceramah Dharma dengan tubuh Anda, dengan napas masuk Anda, dengan napas keluar Anda, dengan kehidupan Anda, dan itu adalah Dharma yang hidup. Dharma yang hidup adalah apa yang kita butuhkan. Kita sangat membutuhkannya, seperti kita membutuhkan Sangha yang hidup. Di dalam Sangha yang hidup terdapat Dharma yang hidup. 

Ada sejenis energi yang harus kita perlengkapi masing-masing dan itu adalah energi perhatian murni. Ketika kita memakai energi tersebut, ketika kita dipenuhi oleh energi kesadaran, kita  siap kembali ke diri sendiri dan kita tidak lagi takut pada bongkah-bongkah ketakutan, kesedihan, dan penderitaan dalam diri kita. Tapi jika Anda tidak punya energi itu sebagai kekuatan Anda, perlindungan Anda, saat kembali ke diri sendiri, Anda mungkin kewalahan, bahkan tergencet oleh bongkah-bongkah kepedihan, kesedihan, dan keputusasaan dalam diri Anda. Pertanyaan apakah Anda harus ke terapis dulu, sebelum memulai meditasi Buddhis dapat dijawab seperti ini. Jika Anda dilengkapi dengan Sangha dan Dharma, maka Anda tidak membutuhkan seorang terapis: Anda dapat kembali ke diri sendiri, memeluk bongkah-bongkah kepedihan, kesedihan, dan keputusasaan dalam diri Anda, agar dapat melihat secara lebih mendalam sifat dasar mereka, dan mulai mengubah mereka, tanpa menjadi korban dari bongkah-bongkah derita ini. Tapi jika Anda mencoba kembali ke diri Anda tanpa (berbekal) sesuatu pun untuk melindungi Anda, kemungkinan Anda bisa kena masalah. Bahkan seandainya terapis itu tahu sesuatu mengenai Anda, dia tidak akan mampu membantu Anda, karena Anda tanpa perlindungan. Terapis tidak bisa bersama Anda 24 jam sehari dan pada saat malam ataupun pagi sekali, Anda mungkin terpapar rasa pedih dan rasa sedih di dalam diri Anda. Oleh karena itu, Anda harus belajar cara melindungi diri dari derita Anda. Dan derita Anda adalah diri Anda sendiri juga.
 Prinsip latihan dalam meditasi Buddhi adalah mengolah energi kesadaran. Perhatian murni adalah energi Buddha dan Anda dapat mengolahnya. Latihan satu hari dapat membantu Anda memperkuat energi kesadaran dalam diri Anda dan latihan satu minggu dapat membantu membuat energi itu menjadi jauh lebih kuat. Manakala Anda membekali diri dengan energi tersebut, Anda tidak akan mengalami masalah saat kembali ke diri Anda sendiri, dan melihat secara mendalam hakikat derita Anda. Buddha berkata, jangan terlalu takut, jangan mencoba untuk lari dari kepedihan Anda, penderitaan Anda. Satu-satunya cara bagi Anda untuk keluar adalah memegang kepedihan Anda dan melihatnya secara mendalam.
Saat Anda telah melihat sifat dasar derita Anda, pada saat yang sama Anda juga akan melihat jalan untuk keluar dari derita tersebut. Itulah esensi pembabaran Dharma pertama yang diberikan Buddha kepada lima orang pertapa. Pembabaran Dharma itu adalah tentang Empat Kebenaran Arya, yang pertama adalah duka: ada duka, ada penderitaan, ada kepedihan. Itulah Kebenaran Pertama. Disebut Kebenaran Arya, karena tanpa itu Anda tidak akan dapat melihat Kebenaran Kedua, Kebenaran Ketiga, dan Kebenaran Keempat. Jika Anda mencoba untuk melarikan diri dari derita Anda, Anda tidak akan dapat memahaminya, dan tanpa memahami sifat dasarnya, Anda tidak akan dapat melihat jalan untuk keluar darinya. Itulah sebabnya mengapa duka disebut Kebenaran Arya. Tapi Anda belum dapat memegang duka begitu saja, Anda masih lemah. Itulah sebabnya mengapa Anda membutuhkan Sangha, membutuhkan Dharma, agar dapat menghasilkan energi kesadaran yang dengannya, Anda dapat kembali ke diri Anda sendiri dan memeluk derita itu seperti seorang ibu yang sedang mengendong bayinya di kedua tangannya dengan penuh cinta kasih. Kepedihan dan penderitaan kita adalah bayi kita, bayi kita yang membutuhkan perhatian dan kelembutan kita. Buddha menyarankan kita untuk kembali ke rumah dan merawat bayi yang sakit itu; Anda harus mempunyai dua lengan, lengan yang kuat, lengan yang penuh kasih, untuk mengangkat bayi itu dan mengendongnya. Kedua lengan yang kuat itu, kedua lengan yang penuh kasih itu, terbuat dari energi kesadaran.
Perhatian murni adalah energi Buddha; apa yang membuat Buddha seorang Buddha adalah energi itu. Energi itu bagaikan Roh Kudus. Roh Kudus adalah apa yang tinggal di dalam Jesus Kristus—beliau tidak akan menjadi Jesus jika Roh Kudus tidak ada di dalamnya. Tapi enegi itu bukan sesuatu yang abstrak. Anda punya perhatian murni, tapi belum cukup. Anda mampu berkesadaran, tapi perhatian Anda kerap lenyap. Ketika Anda mengambil teh, Anda dapat mengambilnya dengan berkesadaran atau tidak berkesadaran. Ketika Anda minum teh tersebut, Anda dapat memilih meminumnya dengan berkesadaran atau tidak berkesadaran. Dalam kehidupan sehari-hari kita biasanya minum teh tanpa berkesadaran. Dalam kehidupan sehari-hari kita bernapas masuk tanpa berkesadaran. Dalam kehidupan sehari-hari kita duduk tanpa berkesadaran. Latihan kita di sini adalah berusaha untuk menyadari segala hal yang kita lakukan, menyadari segala yang sedang terjadi saat ini. Perhatian murni adalah kapasitas untuk menyadari apa yang sedang terjadi di sini dan di sekarang. Saat Anda minum teh dengan penuh kesadaran, itu adalah latihan sadar sedang minum. Saat Anda bernapas dengan penuh kesadaran, itu adalah sadar sedang bernapas. Ketika Anda berjalan dengan penuh kesadaran, itu adalah sadar sedang berjalan. Dan ketika Anda makan dengan penuh kesadaran, itu adalah sadar sedang makan. Anda punya banyak peluang untuk berlatih kesadaran.
Jika Anda mengikuti retret berkesadaran selama 7 hari, maka 7 hari ini adalah hanya untuk latihan kesadaran. Anda belajar bagaimana melakukan segala sesuatu dengan penuh kesadaran dan di sekeliling Anda ada saudara dan saudari yang juga sedang berusaha melakukan hal sama. Oleh karena itu latihan menjadi mudah. Di rumah, Anda sendirian; Anda tidak dikelilingi oleh orang-orang yang berlatih kesadaran. Tapi di sini, saat Anda datang, Anda sadar bahwa setiap orang sedang berusaha jalan dengan penuh kesadaran. Setiap langkah seharusnya membawa mereka kembali ke sini dan ke sekarang, setiap langkah seharusnya membantu sedikit dalam pengolahan stabilitas dan kedamaian. Jadi Anda diingatkan oleh kehadiran saudari yang ada di depan Anda, saudara yang ada di sebelah kiri Anda, saudara yang ada di sebelah kanan Anda, dan di belakang Anda, juga ada seseorang yang sedang jalan dengan penuh kesadaran. Anda dipeluk oleh Sangha dan Anda sebaiknya membiarkan Sangha memeluk Anda. Tahu-tahu, latihan jalan berkesadaran, duduk berkesadaran, dan dengar berkesadaran menjadi bisa. Satu minggu latihan seperti itu akan membantu menguatkan daya berkesadaran dalam diri Anda. Kita masing-masing punya benih perhatian murni di dalam kita. Kita mampu menjadi sadar. Hanya saja kita tidak sadar setiap saat. Buddha adalah orang yang sadar sepanjang hari. Kita bisa menjadi Buddha dari waktu ke waktu—kita adalah Buddha paruh waktu. (Hadirin tertawa). Dengan Sangha kita masing-masing seharusnya menjadi Buddha yang lebih baik setiap hari.
Berkesadaran tidak bisa tidak sadar akan apa-apa. Ketika Anda bernapas dengan sadar, itu adalah napas berkesadaran. Ketika Anda berjalan dengan sadar, itu adalah jalan berkesadaran. Energi perhatian murni dapat membantu kita menyentuh elemen-elemen kehidupan yang positif maupun yang negatif. Bagi pemula, penting sekali untuk mengolah kesadaran agar dapat menyentuh aspek-aspek kehidupan yang positif. Tentu saja, ada hal-hal negatif dalam diri dan sekeliling kita, tapi dengan dukungan Sangha, kita seharusnya mampu menyentuh dulu aspek-aspek yang lebih positif. Karena pada tahapan awalnya kita belum cukup kuat untuk pergi dan menyentuh hal-hal negatif dalam diri kita. 
Jika Anda adalah seorang terapis dan Anda ingin menerapkan prinsip ini pada praktek Anda, ketika klien Anda datang, tanyakanlah hal-hal yang belum menjadi salah dulu. Kecenderungannya adalah menanyakan apa yang salah. Pasien atau klien Anda ada di sana untuk memberitahukan Anda apa yang salah pada dirinya, jadi Anda berdua cenderung akan membahas apa yang salah. Tapi menurut latihan kesadaran ini, Anda dapat melakukan secara berbeda. Anda dapat menanyakan hal-hal yang belum menjadi salah: apa yang tidak salah? Anda membicarakannya, Anda menjadi sadar akan hal itu, dan dengan menyentuh aspek-aspek positif dalam diri dan di sekitar dirinya, Anda membantu dia mendapatkan makanan yang ia butuhkan. Dia membutuhkan sedikit sukacita, stabilitas, dan kedamaian. Anda membantu dia mengembalikan keseimbangan. Kalau tidak, aspek ynag menyakitkan itu terlalu berat. Saya pikir hal ini bisa dilakukan. Mengundang klien Anda untuk melakukan meditasi jalan adalah sesuatu yang mungkin dilakukan, demikian juga dengan melakukan meditasi teh bersama, dimana peserta saling berbagi sukacita mereka, kesuksesan mereka dalam latihan tersebut, kemampuan mereka untuk menjadi damai, rekonsiliasi, dan seterusnya.
Anda sebagai terapis juga membutuhkan Sangha yang sehat. Anda tidak akan menjadi terapis terbaik jika tidak mempunyai Sangha. Dan ketika Anda memperkenalkan klien Anda pada Sangha tersebut, klien Anda akan merasa lebih baik seketika, dari sejak awal sesi. Anda harus menciptakan sebuah ruang, sebuah Sangha. Terapis yang tidak memiliki Sangha bagi saya bagaikan musisi yang tanpa alat musik. Seorang guru juga, tanpa Sangha, tidak dapat berbuat banyak. Buddha sangat sadar akan hal ini. Beliau menghabiskan banyak waktu dalam pembangunan Sangha. Beliau mengalami banyak kesulitan dalam upaya membangun Sangha, tapi Beliau berhasil. Sangha Beliau memiliki cukup kekuatan, stabilitas, dan kedamaian.
Buddha mempunyai seorang teman yang merupakan seorang raja, yang lahir di tahun yang sama dengan Buddha--raja kerajaan Kosala. Namanya Pasenadi. Ketika Buddha pertama kali datang mengajar di kerajaannya, dia tidak menyukai Buddha. Buddha masih sangat muda dan banyak orang memanggil Beliau Yang Tercerahkan, dan raja tidak menyukai itu. Dia lebih menyukai guru-guru yang lebih tua. Tapi akhirnya dia pergi ke sebuah ceramah Buddha dan kemudian diyakinkan oleh kebajikan, oleh kedamaian, oleh kasih sayang Buddha, dan dia menjadi murid Beliau. Di usia 80, mereka bertemu untuk terakhir kalinya sebelum raja meninggal. Di sela pertemuannya dengan Buddha, kurang lebih raja mengatakan seperti ini: “Yang Mulia Buddha, setiap kali saya melihat Sangha Bhagawa, saya semakin yakin dengan Bhagawa.” Dia mempunyai akses langsung ke Buddha—dia mengunjungi Sravasti, hutan Jeta di mana Buddha tinggal bersama para biku, kapan saja dia menginginkannya, dan dia sangat menghargai Buddha. Namun, dia mengeluarkan pernyataan itu. Setiap kali ia melihat elemen-elemen Sangha yang bergerak dengan penuh martabat, kestabilan, dan kebebasan, dia semakin yakin dengan Buddha. Jadi Sangha banyak membantu Buddha dalam menolong banyak orang. Itulah sebabnya mengapa saya mengatakan bahwa guru yang baik memerlukan Sangha. Tanpa sebuah Sangha, seorang guru tidak akan dapat berbuat banyak. Anda, sebagai terapis, memerlukan hal yang sama. Di dalam Sangha, Anda mempunyai sebuah instrumen untuk membuktikan bahwa penyembuhan dimungkinkan, transformasi dimungkinkan, sukacita dimungkinkan. Dengan Sangha tersebut, Anda akan jauh lebih berhasil dalam upaya Anda menolong orang. Demikian pula dengan para pendidik, dokter, dan pekerja seni.   
Pembangunan Sangha bukanlah urusan untuk praktisi Buddhis saja. Setiap orang harus belajar sesuatu tentang pembangunan Sangha, karena Sangha adalah elemen yang sangat penting bagi kita dalam menolong orang. Dharma, dalam kasus ini latihan kesadaran…latihan dilakukan dalam cara yang sedemikian rupa sehingga energi perhatian murni dihasilkan di setiap momen keseharian hidup Anda. Berjalan, duduk, bernapas, memotong wortel, menyiapkan sarapan, semuanya seharusnya dilakukan dalam kesadaran, untuk membantu butir perhatian murni dalam diri Anda bertumbuh, sehingga di setiap saat Anda membutuhkannya, Anda hanya perlu menyentuh benih perhatian murni dalam diri Anda, dan tiba-tiba saja, Anda akan dipeluk oleh energi kesadaran. Dengan energi kesadaran itu, Anda dapat menyentuh seluruh keindahan dan mujizat kehidupan yang ada di sini dan di sekarang, untuk memberi makan batin Anda sendiri, dan dengan energi kesadaran itu Anda dapat memeluk kepedihan, kesedihan, derita batin, dan mulai mengubahnya. Tanpa itu Anda tidak dapat berbuat banyak. Jadi Sangha dan Dharma adalah apa yang Anda butuhkan. Sangha adalah pusat latihan dengan para anggotanya dan Dharma adalah latihan kesadaran sehari-hari Anda, yang didukung oleh Sangha.

Di awal latihan, dengan dukungan Sangha, Anda akan dapat memulihkan keseimbangan, agar dapat menyentuh apa yang indah, yang menyegarkan, dan yang menyembuhkan di sekeliling Anda, dan bahkan yamg ada di dalam diri Anda. Sekalipun jika Anda berpikir bahwa segala yang ada di dalam diri Anda telah berjalan salah, itu tidak benar—hanya beberapa hal saja yang telah salah. Masih ada banyak hal di dalam diri Anda yang masih belum salah. Sangha akan membantu Anda kembali ke rumah ke diri Anda sendiri dan menyentuh hal-hal yang indah tersebut. Dan hal ini juga benar adanya apa yang ada di sekeliling Anda. Ini bagaikan taman—tubuh Anda, kesadaran Anda, dan lingkungan Anda bagaikan sebuah taman. Mungkin ada beberapa batang pohon dan semak-semak yang mulai sekarat. Anda mungkin telah membiarkan pemandangan macam itu menenggelamkan diri Anda, sehingga menciptakan banyak tekanan dan penderitaan batin. Anda tidak sadar bahwa masih ada banyak pohon yang kokoh, vigorous penuh semangat, dan Indah. Ketika kami datang ke taman Anda, kami dapat membantu menunjukkan kepada Anda bahwa Anda masih mempunyai banyak pohon yang indah, jadi kenapa Anda menangis seperti itu? Anda harus menikmati hal-hal yang masih belum salah dalam lanskap Anda. Dan itu adalah peran yang dapat dimainkan Sangha. Terapis harus melakukan hal yang sama: mengidentifikasi apa yang tidak salah dan membantu klien menyentuh dan memeluk hal-hal tersebut.
Sebelum operasi, dokter akan memeriksa tubuh Anda untuk melihat apakah tubuh Anda cukup kuat untuk menjalani operasi atau tidak dan jika Anda masih lemah, maka dia akan membantu membuat tubuh Anda lebih kuat, sehingga Anda dapat bertahan melalui operasi tersebut. Prinsipnya sama di sini. Jika kesedihan, ketakutan, kepedihan terlalu kuat, maka Anda jangan langsung menghadapinya, berusaha untuk menyelesaikannya secepatnya. Lakukanlah hal lain dulu: bersandarlah pada kekuatan Sangha sehingga Anda dapat menikmati langkah-langkah yang Anda ayunkan. Bersandarlah pada kekuatan Sangha sehingga Anda dapat menikmati apa yang Anda lihat, menikmati berbagai hal yang menyegarkan dan menyembuhkan di sekeliling Anda. Langit masih tetap biru, pohon-pohon masih tetap indah, wajah anak laki-laki Anda masih indah, namun Anda tidak mampu menyentuh semua ini. Bagi Anda semuanya masih gelap, negatif. Anda telah kehilangan kapasitas untuk tersenyum dan Anda merasa jika ditinggal sendirian, Anda tidak akan mampu melewatinya. Tapi jika Anda punya teman yang Anda percayai, seorang teman yang mampu tersenyum, menikmati secangkir teh, dan jika Anda pergi ke dia, Anda akan merasa energi dia mendukung Anda, dan berjalan dengan dia di taman, Anda akan mampu melihat bahwa bunga dandelion memang indah. Secara intelek, Anda tahu bahwa bunga memang indah, tapi secara praktek, Anda tidak mempunyai kekuatan untuk menyentuh keindahan itu, karena berdiri sesuatu di antara Anda dan bunga itu. Anda tahu ada hal-hal yang indah, tapi Anda tetap saja tidak mampu menyentuhnya. Anda pikir Anda akan mati, ambruk. Karena teman Anda telah datang, berjalan di samping Anda, duduk di dekat Anda, Anda merasakan kembali kapasitas dalam menikmati secangkir teh. Anda merasa dapat menyentuh kembali keindahan bunga lagi. Itulah kekuatan spiritual, elemen-elemen positif dalam diri orang lain yang dapat mendukung Anda.
Ketika Anda datang ke sebuah Sangha, ketahuilah bagaimana memperoleh manfaat dari energi orang lain di Sangha tersebut. Banyak dari mereka mampu menikmati keindahan matahari terbenam. Banyak dari mereka mampu menikmati secangkir teh dan berdiam dengan kokoh  dalam kekinian, dan tidak mengizinkan kecemasan atau penyesalan menyelinap dan merusak segalanya. Duduk berdekatan dengan orang-orang ini, berjalan berdekatan dengan orang-orang ini, Anda akan mendapatkan manfaat dari energi mereka dan tiba-tiba saja Anda sudah memulihkan keseimbangan Anda. Anda dapat melakukan itu, jadi jangan gunakan waktu Anda membicarakan hal-hal yang negatif. Gunakanlah waktu Anda sebaik-baiknya dan berlatih menyentuh aspek-aspek positif kehidupan yang ada di dalam maupun di sekeliling Anda. Akan tiba waktunya Anda harus sendirian dan tanpa energi kesadaran itu, Anda tidak akan dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu, waktu bersama dengan Sangha sangatlah berharga. Izinkan diri Anda menggunakan waktu itu hanya untuk berlatih, untuk memulihkan keseimbangan. 
(Thay mulai menggambar di papan tulis.) Andaikan ada sebuah rumah, dengan sebuah lantai dasar yang besar serta sebuah ruang tamu. Kesadaran kita seperti ini: kita memiliki sebuah gudang yang besar dan sebuah ruang tamu. Dalam psikologi Buddhis, kita menyebut ruang tamu “kesadaran pikiran.” Kita menyebut bagian yang lebih rendah “gudang kesadaran,” karena lantai dasar digunakan untuk menyimpan banyak hal. Semua penderitaan kita, ketakutan kita, keputusasaan kita, ingin kita buang semuanya ke bawah sana, kunci pintunya, dan tidak membiarkan mereka naik. Kita takut kembali ke rumah dan duduk di ruang tamu, terutama ketika ruang tamu itu kosong, karena bongkah-bongkah kepedihan, ketakutan akan selalu berusaha mendorong pintu agar terbuka dan naik ke lantai atas. Bongkah-bongkah kepedihan ada di sana, di dalam kedalaman kesadaran Anda. Dulu, kita telah hidup dalam kealpaan, kita tidak peduli tentang apa yang sedang terjadi, dan kita telah mengizinkan bongkah-bongkah kepedihan dan penderitaan ini berbentuk. Kita tidak tahu bagaimana mencegah mereka agar tidak terbentuk—kita menyebut mereka “bentukan batin.” Istilah Sansekertanya adalahsamyojana, bongkah kepedihan, kesedihan, ketakutan, kemarahan, kemelekatan.
Kita takut untuk kembali ke rumah, kembali ke diri kita sendiri karena kita tahu jika kita kembali, kita harus berhadapan dengan bongkah-bongkah kepedihan manakala mereka mewujudkan diri. Oleh karena itu latihan kita adalah membuat ruang tamu selalu terisi. Kebanyakan dari kita mengikuti kebijakan tersebut: setiap kali kita merasa bahwa ruang tamu itu kosong, kita mengundang seseorang untuk duduk di sana, mengisi ruang itu. Itu adalah cara termudah untuk mencegah hal-hal tersebut muncul. Kita mengeluh tidak ada waktu untuk diri kita sendiri, tapi ketika kita punya satu jam, tiga jam, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan dengan waktu yang ada. Kita merasa terancam, karena jika kita duduk sendirian di ruang tamu, monster-monster itu akan mencoba naik ke atas dan oleh karena itu, kebanyakan dari kita akan melakukan sesuatu seperti mengambil majalah untuk dibaca atau menyalakan televisi untuk ditonton, atau mengangkat telepon untuk berbicara dengan seseorang. Kita tidak dapat duduk di ruang tamu tanpa melakukan sesuatu. Kita takut. Kita harus mengonsumsi. Beberapa dari kita mencari perlindungan dalam makanan: kita ke dapur dan membuka kulkas, dan kita makan supaya tidak memikirkan hal-hal itu. Ini adalah praktek penekanan. Kita tidak melihatnya sebagai penekanan, tapi sebenarnya kita sedang mempraktekkan penekanan. Kita ingin menyimpan semua itu di bawah, jadi kita selalu mengundang seseorang atau sesuatu untuk duduk di ruang tamu, dan kita menutup pintu tersebut dengan sangat hati-hati, sehingga hal-hal itu tidak akan dapat naik ke atas. Dan praktek ini ampuh. Kita membuat ruang tamu tetap sibuk dan pasar akan menyediakan banyak sarana bagi kita untuk membuat ruang tamu ini tetap sibuk: televisi, radio, majalah, percakapan, musik, pertunjukan, dan lain sebagainya. 
Apa yang terjadi, secara diam-diam, adalah kita menciptakan sebuah situasi sirkulasi yang buruk di dalam kejiwaan kita. Kejiwaan kita bagaikan darah kita: mereka harus bersirkulasi dengan baik agar kita tetap waras dan sehat. Jika darah tidak bersirkulasi dengan baik, kita akan dapat banyak jenis masalah. Pijatan membantu darah bersirkulasi lebih baik atau kadang kita memakan obat untuk membantu darah bersirkulasi lebih baik. Kita tahu sirkulasi darah yang baik sangat penting bagi kesejahteraan tubuh kita, dan jika kita berolahraga, berlari, itu adalah untuk membantu peredaran darah kita. Jika kita sakit kepala, itu bisa berarti darah tidak bersirkulasi dengan baik, jadi, pijatan dapat membantu. Karena kita telah mencoba menekan mereka, hal-hal ini tidak mempunyai kesempatan untuk muncul kembali, dan itu telah menciptakan satu situasi sirkulasi yang buruk dalam kejiwaan kita, dan gejala-gejala penyakit kejiwaan bisa muncul. Mereka ada di sana dan Anda percaya mereka tidak aktif, tapi sebenarnya mereka sangat aktif, siang dan malam. Mereka beraksi dari kedalaman diri kita, dan mereka membentuk perilaku kita, cara Anda berperilaku di sini, sebagaimana diekspresikan oleh mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran. Keenam indera ini beraksi di bawah arahan bongkah-bongkah kepedihan di dalam. Anda bereaksi dalam cara tertentu karena bongkah-bongkah ketakutan mendorong Anda untuk bereaksi seperti itu. Jika tiba-tiba Anda panik, itu terjadi karena sebuah bongkah ketakutan dalam diri Anda, mendorong Anda. Jadi meskipun Anda berusaha menghalangi jalan mereka, mereka masih tetap sangat penting dalam kehidupan sehari-hari Anda, dalam membentuk perilaku Anda. Situasi sirkulasi buruk ini akan menghasilkan manifestasi dari gejala-gejala penyakit kejiwaan.
Jika Anda tertekan, jangan berpikir depresi itu datang begitu saja. Anda telah hidup dalam cara yang sedemikian rupa, Anda telah menangani emosi Anda, perasaan Anda, persepsi Anda, dalam cara yang sedemikian rupa sehingga depresi menjadi dimungkinkan. Melihat ke dalam sifat dasar depresi Anda, Anda akan dapat menemukan bagaimana depresi itu bisa sampai mengenai diri Anda. Jadi, jawabannya adalah menutup jalan bukanlah suatu tindakan yang sehat. Anda seharusnya dapat membiarkan depresi itu naik, tapi Anda takut. Apa yang Anda butuhkan adalah Sangha dan Dharma. Sangha dapat memainkan peran mendukung Anda. Dharma dapat memainkan peran membantu Anda menumbuhkembangkan aspek-aspek positif dalam diri Anda. Perhatian murni membantu Anda menyirami benih-benih positif dalam diri Anda. Sehingga Anda mampu merenungkan langit biru, mampu meluangkan waktu untuk minum teh dengan seorang teman, mampu melakukan meditasi jalan, untuk menyentuh mujizat kehidupan, dan ketika melakukan hal-hal itu, Anda menguatkan benih-benih perhatian murni yang ada dalam diri Anda. Kita semua mempunyai benih perhatian murni. Mungkin benih itu masih sedikit lemah, tapi jika Anda berlatih napas berkesadaran, jalan berkesadaran, makan berkesadaran, maka benih-benih kesadaran tersebut akan menjadi semakin kuat dan kuat lagi. 
Ketika sebuah bongkah kepedihan mewujudkan diri di ruang tamu, latihan Anda adalah menyentuh benih kesadaran, mengundangnya muncul untuk menangani bongkah kepedihan yang ada di sana. Misalkan bongkah itu adalah ketakutan atau amarah Anda. Di momen ketika amarah Anda mewujudkan diri, Anda mempunyai sebuah zona energi. Mari kita sebut ini sebagai energi Nomor Satu. Jika Anda membiarkan energi itu sendirian di ruang tamu Anda, itu tidak sehat. Anda harus melakukan sesuatu; Anda harus kembali ke praktek. Latihan Anda adalah kembali ke napas berkesadaran dan menyentuh benih kesadaran dalam diri Anda, maka Anda pun akan memiliki zona energi kedua, yang disebut energi kesadaran. Zona energi ini memainkan peran sebagai kakak laki ataupun perempuan, yang memeluk kepedihan itu. Ketika bayi menangis, ibu akan mendatangi kamar bayi itu dan mengangkat serta memeluknya dengan lembut. Anda perlu melakukan hal yang sama: “Kepedihan kecilku, aku tahu engkau ada di sana. Aku ada di sini untukmu, tuk merawat dirimu.” Itulah peran perhatian murni. Anda peluk kepedihan Anda dengan lembut dan jika Anda ingin energi kesadaran itu terus berada di sana, Anda dapat mempraktekkan napas berkesadaran atau jalan berkesadaran yang berkesinambungan, karena ibu harus ada di sana untuk beberapa waktu sebelum rasa sakit bayi tersebut dapat berkurang.
Perhatian murni adalah energi yang membantu Anda untuk berada di sana dan berada di sana untuk kebahagiaan Anda serta berada di sana untuk penderitaan Anda. Andaikan Anda sedang berdiri bersama sekelompok teman, sedang melihat ke arah matahari terbenam. Perhatian murni akan membantu Anda untuk benar-benar ada di sana, tubuh dan pikiran manunggal. Itulah sebabnya mengapa Anda dapat menyentuh keindahan matahari terbenam secara mendalam, karena Anda benar-benar hidup, Anda hadir sepenuhnya, dan keindahan matahari terbenam ada di sana untuk Anda. Merenungkan keindahan matahari terbenam selama beberapa menit dapat menyembuhkan, dapat memberi makan batin Anda. Tapi jika Anda berdiri di sana bersama sekelompok orang, namun pikiran Anda dipenuhi hal lain, jika Anda terserap ke dalam ketakutan Anda akan masa depan atau penyesalan Anda akan masa lalu, sekalipun Anda berdiri di sana bersama sekelompok orang, Anda tidak benar-benar ada di sini dan sekarang. Anda tidak sadar. Anda tidak berada di sini dan saat ini. Itulah sebabnya mengapa perhatian murni membantu Anda membawa tubuh dan pikiran Anda kembali bersama untuk menghasilkan kehadiran sejati Anda, dan kehadiran tersebut esensial bagi Anda untuk menyentuh apa yang sedang terjadi di dalam kekinian. Dalam kasus ini, bukan matahari terbenam yang Indah, tapi bongkah kepedihan yang mewujud dalam diri Anda. Jadi perhatian murni ada di sana untuk merawat kepedihan itu. “Depresiku sayang, aku tahu engkau ada di sana. Aku di sini untukmu, tuk merawat dirimu.” Anda perlu mempertahankan kesadaran Anda agar tetap hidup, karena bongkah kepedihan ada di sana dan perlu ditangani. Kita tahu kita bukan hanya perhatian murni semata, tapi kita juga adalah kepedihan tersebut. Kepedihan dalam diri kita bukanlah musuh kita, tapi ia adalah diri kita, bayi kita. Kita tidak bisa lari darinya, kita harus memeluknya, memegangnya secara lembut dengan lengan kita, melihatnya secara mendalam, merawatnya dengan baik, dan dengan cara begitu kita dapat mengubahnya.
Latihannya adalah setiap kali ketakutan atau amarah Anda, atau rasa putus asa Anda muncul, Anda seharusnya dapat mengundang perhatian murni Anda muncul, dan dengan napas berkesadaran, jalan berkesadaran, Anda peluk kepedihan Anda selama yang Anda butuhkan. Setelah beberapa waktu, beberapa menit kemudian, kepedihan Anda akan turun kembali dalam bentuk benih. “Benih” adalah istilah teknis psikologi Buddhis. Bija adalah istilah Sansekertanya. Setiap bentukan mental ada di sana dalam bentuk benih. Jika seseorang datang dan menyirami benih tersebut, benih itu akan bertunas, dan menjadi zona energi di atas sana. Ada sekitar 51 kategori bentuk mental di sini. Ketakutan serta kemarahan kita hanyalah dua di antaranya. Jadi ada bentukan mental yang positif dan ada juga bentukan mental yang negatif di sini. Bentukan mental yang positif harus dipupuk sedangkan bentukan mental yang negatif harus dirawat dan diubah. Anda tidak perlu melawannya, karena jika Anda melawan, Anda melawan diri Anda sendiri—ini adalah kekerasan.
Meditasi Buddhis berlandaskan pada pengetahuan langsung tentang nondualitas. Anda adalah pengertian itu. Jadi cara yang sesuai adalah mengatasinya dengan tidak berkekerasan, dengan kelembutan. Anda peluk kepedihan Anda dengan lembut, Anda mengenalinya, Anda tidak berusaha menekannya. “Oh, kepedihan kecilku, aku tahu engkau ada di sana. Aku ada di sini untukmu, aku akan merawatmu dengan baik.” Kesadaran perlu kuat untuk melakukan tugasnya. Ketakutan atau kemarahan Anda akan turun setelah sesaat dan menjadi kurang penting. Setiap kali kepedihan Anda disiram perhatian murni, ia akan berkurang kekuatannya. Jika Anda berlatih, Anda akan melihat hal itu. Dan lain kali ketika ia muncul lagi, lakukanlah hal yang sama. “Halo kepedihanku, halo rasa putus asaku; aku tahu engkau ada di sana. Aku di sini, siap menjadi tersedia untukmu.” Dan Anda memeluknya dengan lembut, dalam meditasi jalan, dalam meditasi duduk, dalam napas berkesadaran. Tapi Anda perlu mempunyai energi ini untuk melakukan pekerjaan itu dan energi ini diolah dengan latihan kesadaran dalam konteks, dalam setting sebuah Sangha. Itulah sebabnya mengapa Sangha sangat penting.
Jika Anda berhasil sekali saja dalam memeluk dan merawat, Anda tidak lagi takut, Anda telah memiliki keyakinan. Lain kali ketika kepedihan muncul Anda akan melakukan hal yang sama. Dalam beberapa minggu saja Anda telah dapat memulihkan sirkulasi yang baik dan gejala-gejala penyakit kejiwaan akan mulai hilang. Tapi itu tidak berarti Anda harus melakukan semuanya sendirian; Sangha dapat membantu Anda, terapis dapat membantu Anda, guru dapat membantu Anda, saudara-saudari sedharma dapat membantu Anda. Jika Anda pikir kesadaran Anda belum cukup kuat bagi Anda untuk memeluk kepedihan Anda sendirian, Anda dapat meminta seorang saudari atau saudara sedharma untuk duduk di dekat Anda. Dia punya kekuatan kesadarannya. “Saudariku, jangan takut, aku di sini untukmu. Aku akan menggenggam tanganmu. Aku akan membawa kesadaranku dan menggabungkannya dengan kesadaranmu, dan perhatian murni bersama kita akan cukup bagimu untuk memeluk kepedihanmu.” Kadang sesuatu terlalu berat untuk dipikul sendirian dan Anda membagi bebannya, dengan hadirnya seorang teman untuk membantu Anda. Dan Anda berdua dapat memikul barang berat tersebut. Hal yang sama juga berlaku di sini. Jika bongkah kepedihan Anda terlalu berat untuk dipikul Anda, untuk dipeluk Anda, maka seorang saudari atau saudara sedharma dapat duduk di samping Anda dan membawa dukungannya ke Anda dalam memeluk kepedihan Anda. Ini selalu manjur. Oleh karena itu, di dalam jalur praktek, memiliki seorang saudara atau saudari sedharma, sungguh baik.
Sekali lagi, kita membutuhkan Sangha. Tanpa Sangha saya tidak tahu bagaimana kita dapat melakukannya, bagaimana kita bisa berhasil. Sekalipun Anda belajar banyak selama retret, bahkan sekalipun Anda tahu semua teknik latihan, ketika Anda kembali ke kota Anda, tanpa Sangha Anda hanya dapat jalan selama beberapa bulan, setelah itu, latihan Anda akan menurun hingga Anda meninggalkannya secara total. Tanpa Sangha Anda tidak akan berjalan jauh. Itulah sebabnya mengapa berlindung pada Sangha adalah sebuah praktek yang sangat krusial. Di negari saya kami ada pepatah yang mengatakan ketika harimau meninggalkan gunungnya menuju dataran rendah, harimau itu akan ditangkap manusia dan dibunuh. Ketika seorang praktisi meninggalkan Sanghanya, ia akan kehilangan latihannya. Itulah sebabnya mengapa berlindung pada Sangha sangat penting. Pembangunan Sangha penting sekali. Oleh karena itu kita perlu menemukan cara untuk membentuk Sangha di tempat kita tinggal dan berusaha menggunakan energi, waktu, dan sumber daya kita untuk membantu meningkatkan kualitas Sangha tersebut. Itu adalah demi perlindungan dan dukungan kita serta banyak orang yang ada di kawasan itu. Anda bisa menjadi seorang pembangun Sangha dan jika Anda dapat membangun Sangha, Anda dapat membantu sangat banyak orang. 
Kembali saya katakan, berlindung pada Sangha bukanlah sebuah deklarasi keyakinan, tapi adalah sebuah amalan. Jika Anda adalah seorang biksu atau biksuni, Anda harus membangun Sangha. Tapi sekalipun jika Anda bukan seorang biksu atau biksuni, Anda tetap harus membangun Sangha. Jika Anda adalah seorang dokter, jika Anda adalah seorang penyembuh, jika Anda adalah seorang terapis, jika Anda adalah orang tua dan Anda ingin melindungi anak Anda, Anda harus membangun Sangha, karena lingkungan sudah sedemikian buruk sehingga Anda dapat memastikan anak Anda pasti akan terluka dan sakit di dalam lingkungan tersebut. Jadi sebagai orang tua, Anda harus memikirkan masa depan anak Anda. Bangunlah sebuah Sangha. Dan Anda harus bertemu dengan orang tua-orang tua lainnya untuk mempraktekkan melihat secara mendalam guna mulai membangun Sangha, sebuah lingkungan di mana anak Anda akan aman—ini sudah sangat mendesak. Meditasi bukan hanya untuk para biksu dan biksuni, serta umat awam yang tinggal di pusat-pusat latihan. Meditasi seharusnya menjadi sesuatu yang kita lakukan setiap hari, tepat di mana kita berada, di kota kita, di kota besar kita, di keluarga kita. Oleh karena itu, silakan diskusikanlah ini dalam diskusi Dharma Anda: pembangunan Sangha untuk perlindungan kita, perlindungan anak-anak kita, dan perlindungan masyarakat kita.

 (Lonceng 3x)
 Akhir pembabaran Dharma

Senin, 21 Desember 2015

Inspirasi Pidato Mark Zuckerberg




Terjemahan pidato Mark Zuckerberg pendiri/pemilik Facebook di hadapan pengagumnya di China. Semoga bermanfaat.

Menjawab pertanyaan mengapa saya memperisteri seorang wanita berparas tidak cantik?
Sy, Mark Zuckerberg dari Facebook, sy adalah orang yang diberitakan sebagai seorang anak muda kaya raya yang tidak punya berita gossip, seseorang yg sangat mencintai istri, dan si Mark yang mempunyai tampang baby face. Hari ini sy ingin menggunakan waktu bbrp menit utk ngobrol dgn teman2 di China, istilah kalian Curhat.

Sama halnya pada awal tahun ini saya pidato di Beijing Qing Hua University, saya berusaha semaksimal mungkin menggunakan bahasa Mandarin, namun karena keterbatasan kemampuan bahasa Mandarin saya, saya mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dan berusaha berbicara sebaik mungkin.

Kemarin dulu saya baru menjadi seorang ayah, teman2 seluruh dunia menyampaikan ucapan selamat kepada saya dan kami sekeluarga, saya sangat terharu, namun tidak sedikit teman chinese yang menyampaikan kecurigaan mereka, utamanya 2 pertanyaan tsb:
1. Mengapa saya memperisteri seorang wanita tidak berparas cantik?
2. Mengapa saya menyumbangkan harta/saham facebook saya sebesar USD 45 milliard, apakah utk menghindari pajak?

Teman2 saya menganjurkan saya tidak usah menjawab pertanyaan2 yang beredar. Bill Gates, penyanyi terkenal Shakira dan teman2 saya berpendapat tidak perlu menjawab pertanyaan2 tsb.
Saya mengerti pemikiran mereka, menggunakan perumpamaan yg digunakan filsuf terkenal China Zhuang Zi, yaitu kodok di dasar sumur tdk bisa diibaratkan sebagai laut, ulat di musim panas tidak bisa diibaratkan sebagai es.

Mereka juga katakan, cara anda memandang dunia, dunia seperti itulah yang anda lihat. Anda yg tidak percaya keindahan dunia, dengan sendirinya anda tidak akan memiliki keindahan dunia.
Banyak Chinese yg mempunyai berbagai modus, mirip banyak rumput belukar didalam hatinya, mereka enggan membuka hati agar bisa menerima sinar matahari yg begitu elok.

Mereka(teman2 saya) bukan meremehkan kalian, hanya kawatir. Saya berpikir walaupun saya jelaskan kalian jg tdk mengerti atau mungkin tdk mau mengerti. Dengan demikian saya menjadi orang idiot, selain membuang waktu dan pikiran juga membuat mulut kering saja.

Saat ini, zaman internet, walapun ulat musim panas belum pernah merasakan musim dingin, kita bisa menggunakan teknology masa kini membuat mereka merasakan musim dingin, begitupun kodok yg belum pernah melihat lautan, kita mampu membuat mereka merasakan seperti apa lautan. Saat ini berbagai hal dapat diwujudkan dgn teknologi.

Untuk itu saya putuskan menjawab 2 pertanyaan kalian. Sekaligus menjawab lbh banyak pertanyaan kalian, umpamanya, mengapa saya tidak membeli mobil mewah, dan juga mengapa selalu hanya memakai T-shirt yang sama.

Tahun ini saya bertemu ibu negara kalian saat mengunjungi Amerika, saat itu saya ngobrol dengan Jack Ma/Ma Yun (pendiri/pemilik Alibaba) dan Pony Ma/Ma Hua Teng (pendiri/pemilik Tencent/QQ/We Chat) perihal mengapa saya menikahi seorang wanita tdk berparas cantik. Saat itu saya belum menyumbangkan harta/saham facebook saya, jadi belum waktunya menilai sumbangan tsb utk menghindari pajak atau bukan. Saya hanya perjelas duduk persoalan, tapi bukan memberi penjelasan. Saya tidak perlu memberi penjelasan hal2 pribadi saya. Namun saya tidak bisa menahan diri menjelaskan kepada Jack Ma dan Pony Ma perasaan dan pemikiran saya.

Entah mereka berdua mengerti tidak apa yang telah saya sampaikan, saya menduga mereka belum sepenuhnya mengerti. Namun tidak apa2, saya akan mengulangi menjelaskan dgn detail kepada teman2 di China yang bersimpati ke saya.

Saya tidak tahan menutupi kegembiraan atas kelahiran putri saya. Entah kalian mengetahui tidak, sebelumnya, kami mempunyai pengalaman pahit yakni isteri saya mengalami 3 kali keguguran, sebelum ini kami sangat menginginkan mempunyai anak, namun isteri saya mengalami 3 kali keguguran.

Saat anda mengira segera mendapatkan anak, anda akan merasakan segalanya penuh harapan. Anda mulai berpikir anak2 akan seperti apa, dan merencanakan segala sesuatu utk mereka di masa akan datang. Namun kemudian, semuanya tidak terjadi.

Teman2 sekalian! Apa kalian bisa membayangkan, sebagai seorang ibu lulusan jurusan kedokteran Harvard University dan seorang ayah yang kaya raya, namun 3x gagal untuk memiliki anak, kalian bisa bayangkan seperti apa perasaan dan pengalam kami. Sebagai pasangan suami isteri pada umumnya, saat ini kami begitu gembira mendapatkan anak dan juga begitu sedih saat dulu kehilangan anak karena keguguran. Kami saling berpelukan, saling mengasihi, saling mendukung, ber-sama2 melewati masa yang sulit, siang maupun malam.

Pengalaman buruk yang kami alami, umumnya orang tidak akan membicarakan hal keguguran dgn orang luar, sama halnya anda mempunyai kekurangan, atau telah melakukan kesalahan yg menyebabkan hal tsb terjadi. Untuk itu anda cuman bisa menghadapinya sendiri.
Seorang lelaki yang begitu mendambakan menjadi seorang ayah, tapi mengalami 3x kegagalan, namun sekarang mimpi tsb telah menjadi keyakinan, saya sungguh tergugah.. Mohon doakan si kecil Max supaya sehat dan bahagia selalu.

Sekarang saya menjawab pertanyaan kalian. Pertanyaan pertama, mengapa saya memperisteri seorang wanita tidak berparas cantik.

Pertama2 saya ingin membahas, apa itu wanita cantik, apa itu wanita tidak cantik.
Saya mempunyai banyak kesempatan bertemu berbagai wanita cantik, namun apa yang disebut wanita cantik kebanyakan berhati seperti kaca, jika sakit manjanya seperti seorang putri raja, dan juga penyakit angkuh, dan juga akan bertanya kepada saya mengapa begitu kaya namun tidak mau berganti mobil. Saya tahu tujuan mereka adalah mau pamer dilingkungan teman.
Wanita demikian walaupun secantik apapun, bila sanubari nya hanya menuntut/meminta, tetap kelihatan jelek, jiwanya jg kotor. Wanita demikian barulah dikatakan sebagai wanita berparas jelek, diberikan gratispun saya tidak mau.

Kecantikan diluar akan berkurang nilainya seiring bertambahnya usia, namun kecantikan dari dalam akan bertambah nilainya seiring bertambahnya usia. Dalam hal ini para ahli ekonomi di wall street pasti mengerti, makanya saya sama dengan mereka, tidak akan bersentuhan dengan benda yang secara cepat turun nilainya.

Apa yang saya sukai Priscilla Chan isteri saya?

Raut wajah seorang wanita adalah cermin hati sanubari seseorang, senyumnya memukau selamanya. Sejak hamil, Priscilla sama sekali mengabaikan perubahan yang terjadi pada raut mukanya akibat kehamilannya, tetap berpakaian sederhana, tanpa dandan, namum kebahagiaannya saya rasakan sepenuhnya dan juga nampak kepada orang lain.

Saya mencintai kesederhanaan Priscilla. Saya mencintai penampilannya : bersemangat namun bijak, berani namun penuh kasih, berjiwa pemimpin namun juga bisa mendukung orang lain. Saya mencintai keseluruhannya, saat bersamanya, saya merasa sangat nyaman dan relax.

Saya sama sekali tidak merasa Priscilla bersanjung kepada saya, selain memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, dia juga memiliki kecerdasan emosi/sosial yg tinggi, jangan lupa bahwa Priscilla adalah lulusan jurusan kedokteran Harvard University, anda bisa coba test masuk universitas tsb, jurusan hukum, kedokteran, ekonomi adalah jurusan yang menjadi rebutan orang, walaupun lulus test masuk belum tentu anda bisa lulus penuh, kalau mau dikatakan bersanjung ,lebih tepat saya yang bersanjung kepada Priscilla bukan sebaliknya. Perkawinan ibarat sepasang sepatu, hanya yg memakainya tahu sepatunya nyaman dipakai atau tidak, Priscilla paling cocok buat saya, saya dan Priscilla adalah pasangan yg paling ideal di bumi ini, saya berkenalan dgn Priscilla saat antrian toilet, di mata Priscilla, saya adalah seorang kutu buku. Ini adalah jodoh.

Di mata kalian, Priscilla ada wanita tidak cantik, namun di mata saya, dia adalah wanita cantik dan paling serasi dengan saya.

Saya tidak bs menahan diri memamerkan foto saya dgn Priscilla yg begitu berbahagia.
Dalam foto nampak saya dan Priscilla begitu bahagia, damai dan alami.
Tips bagi kalian: sebagian wanita hanya melihat keburukan orang lain, tidak melihat kecantikan orang lain, dengan demikian, kebahagiaan akan meninggalkan kalian, tidak berjodoh. Sebab, apa yang ada dalam hati itulah yang ada dalam kenyataan. Sekarang membahas tentang penghindaran pajak yang dituduhkan kepada saya.

Kalian berpikir, saya menyumbang USD 45 milliard apa utk pamer kekayaan atau menghindari pajak. Apa otak kalian atau otak saya yang bermasalah?

Apa yang kami sumbangkan USD 45 milliard berbentuk saham sebetulnya bukan nilai sebenarnya, tapi hanya nilai pasar, bisa lebih tinggi atau lebih rendah nilainya, ini tergantung pasar yang menentukan.

Dana yang kami sumbangkan untuk digunakan sebagai dana abadi untuk diinvestasikan ke sekolah dan rumah sakit.

Saat kelahiran anak kami, kami berkunjung ke rumah sakit, bermaksud untuk bisa ikut berkontribusi dalam dunia pengobatan.

Seiring perkembangan teknologi yang maju pesat, kami sungguh berharap 100 tahun mendatang, hampir semua penyakit dapat dicegah dan diobati. Saat ini, kebanyakan manusia meninggal akibat penyakit jantung, kanker, stroke, dan penyakit menular lainnya. Diharapkan berbagai penyakit tsb dapat teratasi dgn lbh cepat. Saat menyadari anak kami dan banyak anak lainnya berkemungkinan bisa menghindari berbagai penyakit, kita semua punya tanggung jawab untuk mewujudkan impian tsb. Saya tegaskan sekali lagi, saya dan isteri saya akan berkontribusi semaksimal mungkin untuk tujuan tsb.

Di Silicon Valley, " Mengubah Dunia " kata tsb bukan hanya sebuah slogan, ia merupakan sebuah keyakinan dan kekuatan. Mimpi kami berharap melalui usaha keras kami untuk memperbaiki kwalitas pendidikan, pengobatan, intergrasi dunia, untuk disumbangkan kembali ke masyarakat, mengubah dunia, membangun suatu dunia yang lebih baik untuk semua umat manusia.
Teman2 sekalian, kami sedang melakukan upaya "Change The World", apa yang telah kalian lakukan? Saya mendengar diantara kalian banyak mengeluh, saya ingin katakan bahwa tidak ada artinya mengeluh, tindakanlah yang lebih bermakna.

Saya dan Priscilla menyumbangkan 99% saham kami di facebook, mendekati semua saham milik kami, apa kalian masih menganggap yang kami lakukan utk menghindari pajak? Apa masih ada maknanya menghindari pajak? Banyak teman2 di China yang kaya raya, mengapa mereka tidak ikut menyumbangkan 99% harta mereka untuk menghindari pajak?

Lalu, tentang baju dan mobil apa yang saya pakai. Betul, sepanjang tahun saya memakai T shirt abu2 dan mobil yang sangat sederhana. Saya tegaskan, saya bukan orang yang ber-hari2 tidak ganti baju, namun saya membeli banyak T shirt berwarna abu2, saya berusaha menjalani hidup ini sesederhana mungkin, supaya menghemat pikiran dan waktu memutuskan berbagai hal yg tidak penting. Sebab memilih memakai pakaian, makan pagi, dan berbagai hal kecil tsb menyita cukup banyak waktu dan pikiran, saya tidak ingin membuang waktu hanya untuk hal2 kecil tsb, sehingga saya bisa lebih konsentrasi melakukan berbagai hal yang lebih bermanfaat utk masyarakat.

Saya memiliki 3 buah mobil, satu Toyota seharga USD 16 ribu, VW golf seharga USD 18 ribu dan Chevrolet TSX seharga USD 30 ribu. Setelah facebook go public, saya ganti VW GTI seharga USD 30 ribu. Saya berpendapat, mobil hanya sebuah alat transportasi, tidak perlu yang mahal2.
Saya tidak memakai berbagai barang branded, yang penting saya merasa nyaman, mengapa butuh barang2 yang berlebihan? Kalau yang menyangkut kebutuhan berlebihan, justru otak, perasaan sendiri lebih butuh diutamakan.

Kata bijak chinese zaman dulu, manusia harus menaklukkan benda bukan ditaklukkan benda , maksudnya adalah, berbagai materi kehidupan untuk digunakan/dikendalikan manusia, bukan sebaliknya, saya sangat setuju dgn pemikiran tsb.

Saya sangat salut ucapan yang pernah diucapkan Mandella yaitu jiwa saya adalah pemimpin saya, nasib saya dikendalikan oleh diri saya sendiri . Makanya saya tidak gila branded, tidak ada manfaatnya dan sangat tidak masuk akal.

Apa yang ada dalam hati itulah kenyataan yang ada di dunia. Percayalah bahwa dunia ini adalah alam semesta yang indah, jika anda tidak percaya, anda tidak akan bisa memiliki dunia/alam semesta yang indah, tidak akan memiliki kehidupan yang indah dan penuh kedamaian. Hal tsb diatas merupakan keyakinan saya dan Priscilla.

Akhir kata, bila ada yang tidak berkenan, mohon petunjuk! Anda bisa tinggalkan pesan utk saya. Terima kasih telah luangkan waktu mendengar yang saya sampaikan.

Terima kasih.

Salam, Mark Zuckerberg.


Jumat, 13 November 2015

RENUNGAN KELAHIRAN USIA-TUA SAKIT DAN KEMATIAN

RENUNGAN KELAHIRAN USIA-TUA, SAKIT DAN KEMATIAN

FAKTA & REALITA

(Untuk kalangan sendiri)

Terjemahan dari:
The Hundred Thousand Song of Milarepa



RENUNGAN KELAHIRAN USIA-TUA SAKIT DAN KEMATIAN


Sahabatku yang baik, pengembaraan di alam kehidupan ini adalah akibat kesadaran rendah yang digerakkan oleh kebencian dan nafsu keinginan besar, kemudian masuk ke dalam kandungan sang Ibu.

Dalam kandungan ia merasa seperti ikan yang terjerat di antara batu-batu karang, terbaring dalam darah dan cairan kuning, dengan kotoran sebagai bantal, tertekan dalam kotoran ia menderita kesakitan, tubuh yang buruk dari karma yang buruk pun lahir.

Walaupun ingin kembali ke masa lalu, tak sepatah katapun dapat diucapkan. Sekarang terpanggang dalam panas, beku oleh dingin, dalam waktu sembilan bulan ia muncul, dari kandungan ibu yang penuh rasa sakit, sangat mengerikan

Seolah-olah ditarik keluar dari jepitan, keluar dari kandungan kepalanya ditekan sakitnya bagaikan dilempar ke dalam semak berduri, tubuh yang mungil dalam pangkuan sang Ibu, bagaikan burung seriti begulat dengan Rajawali

Apabila dari tubuh bayi yang lembut itu, darah dan kotoran dibersihkan, rasa sakitnya bagaikan kulit dikupas hidup-hidup, bila tali pusat dipotong rasanya seolah-olah tulang punggung luka berat, bila diletakkan dalam ayunan, serasa diikat dengan rantai, terpenjara dalam kamar gelap

Yang tidak sadar akan kebenaran, selamanya tidak akan terhindar dari ancaman kelahiran, karenanya jangan menuda-nunda pengabdian, bila seseorang meninggal, kebutuhannya yang tertinggi adalah Dharma.

Dengarkanlah sahabatku, mengenai penderitaan manusia, menyedihkan sekali tubuh seseorang yang telah menjadi lemah dan lapuk, siapa yang dapat menolong dari ancaman usia tua, selain hanya merasa cemas?

Jika usia tua telah menjelang, tubuh yang gagah menjadi bongkok, jika mencoba berjalan tegak gagallah keingingannya, rambut yang hitam kini berubah menjadi putih, matanya yang terang menjadi rabun, kepalanya goyang karena pening, telinganya yang peka menjadi tuli, pipi yang semu merah menjadi pucat.

Darahnya pun mengering, hidung cagak rautnya tenggelam, giginya menonjol keluar, tak dapat mengendalikan lidah, dia menganggap semakin dekat saat kematian, rasa susah dan hutangnya bertambah, dia kumpulkan makanan dan sahabatnya,

Namun dia gagal mempertahankan semuanya, ketika mencoba untuk tidak menderita, penderitaannya semakin bertambah. Apabila ia menceritakan kebenaran pada seseorang, jarang yang mempercayainya, anak dan kemenakan yang dibesarkan dan yang dicintainya, sering menjadi musuh.
Jika ia berikan harta simpanannya, dibalas tanpa terima kasih

Sahabatku, jika anda tidak sadar akan kebenaran abadi, anda akan menderita karena usia tua, tetapi yang mengabdikan diri pada Dharma di usia tua, seharusnya ia mengetahui, bahwa ia lahir karena Karma, sebab itu sangat baik menjalankan Dharma selagi masih bisa bernafas.

Sahabatku yang baik, dengarlah tentang kesenangan karena penyakit tubuh ini adalah wadah penyakit, sehingga orang merasakan penderitaan yang amat sangat, penyakit pikiran, empedu dan hati, terus menerus akan menyerang tubuh manusia yang lemah ini, membuat darah dan nanah menjadi panas, otot-otot dicengkram rasa sakit

Di tempat tidur yang nyaman orang sakit tidak merasakan kenyamanannya, gelisah meratap dan menggerutu, melalui karma yang tak pandang bulu, walaupun makanan yang nikmat disajikan padanya, selalu dimuntahkan bila ditelan.

Jika dibaringkan di tempat yang empuk dan sejuk, masih merasa panas dan seperti terbakar, jika diselimuti kain hangat, tetap merasa dingin seperti tergenang dalam salju basah.

Walau sanak saudara berkumpul disekitarnya, tak ada yang mampu mengurangi rasa sakitnya,meskipun banyak pahlawan perang dan dokter, mereka tak mampu menghentikan masaknya karma buruk.

Yang tidak menyadari kebenaran Agung ini, akan menjalani semua penderitaan itu. Karena kita tidak tahu kapan datangnya penyakit, alangkah bijaksana jika menjalankan Darma penakluk tepat segala penyakit.

Dengarkanlah sahabatku, yang mengecewakan seperti rasa sakit membayar hutang yang bertumpuk-tumpuk, orang harus mengalami penderitaan kematian.
Pengawal (dewa Yama) yang menangkap dan menyeretnya, apabila saat kematian tiba.

Orang kaya tidak bisa membelinya dengan uang, sang pahlawan tidak dapat mengalahkannya dengan pedang, wanita cantik sekalipun tidak dapat merayunya.
Cedikiawanpun tak dapat menundanya, disini, yang tak jujur tidak dapat berbuat apa-apa, yang pemberani juga tidak dapat menunjukkan keperkasaannya.

Jika semua sumber kekuatan bertemu dengan tubuh, seseorang seperti teerjepit diantara dua gunung, wiharawan sudah tidak berguna lagi, dokter menyerah dengan keluh kesah, tak seorangpun dapat berhubungan dengan si mati.

Pengawal dan Dewa pelindung menghilang tak tentu rimbanya, meskipun Nafsu belum berhenti, tapi semua orang telah mencium, bau mayat bagaikan segumpal bara terbungkus abu dingin, begitulah orang menuju Kematiannya.

Mendekati saat kematian, ada yang menghitung hari dan bintang, yang lain menangis dan berteriak, yang lain memikirkan harta kekayaan yang ditinggalkan.
Harta benda yang diperoleh dengan susah payah akan dinikmati orang lain.

Betapapun besar cinta dan simpati orang lain, dia akan berpisah dan melakukan perjalanan sendiri, sahabat baiknya, suami atau istrinya hanya bisa meninggalkannya disana, dalam bungkusan, tubuhnya yang tercinta akan dibawa pergi, dilempar ke air sungai atau dibakar, atau secara mudah ditinggalkan saja di tempat yang terpencil.

Sahabatku apa yang dapat dipegang teguh untuk akhir nanti?
Haruskah kita duduk dan bermasa bodoh, atau bermalas-malasan?
Jika nafasmu berhenti esok hari, tidak ada kekayaan dunia yang dapat menolong.
Mengapa lalu seseorang harus kikir?

Sanak saudara mengelilingi ranjang, tidak ada yang dapat menolong sekejappun. Tahu bahwa semua itu harus ditinggalkan, orang akan mengerti betul bahwa semua cinta dan keterikatan adalah sia-sia, jika saat terakhir menjelang hanya Dharma yang dapat menolongnya

Kamu harus dapat berusaha sahabatku, untuk persiapan pada saat kematian tiba jika tiba waktunya, tidak akan ada rasa takut dan menyesal bagi orang yang telah hidup sesuai dengan Dharma.



Selasa, 07 Juli 2015

Lakukanlah dengan cinta

DO WITH LOVE

Seorang anak lelaki kurus berjalan sambil MENGGENDONG adiknya yg lumpuh dipunggungnya...

Melihat itu, seseorang berkomentar prihatin ; "Kasihan kau nak.... BEBANMU pasti berat ! " Lalu anak itu menjawab secara spontan ;

" Dia BUKAN BEBAN pak, dia ini saudaraku ! "....

Itulah ilustrasi dibalik lirik lagu pop karangan Bobby Scott dan Bob Russel ;
" He Ain't Heavy, He's My Brother."

Suatu PERBUATAN yg DIPANDANG sebagai BEBAN oleh seseorang, TERNYATA tidak bagi yg lain...

TERGANTUNG ALASAN untuk apa ia melakukannya,
JIKA ia melakukannya KARENA rasa CINTA,
PASTI akan berbeda..

APA KEKUATAN TERBESAR dihidup ini ??
Jawabannya adalah : LOVE ( C I N T A )...

BANYAK HAL yg tampak menjengkelkan, melelahkan dan DIHINDARI orang lain TERNYATA dapat DILAKUKAN dengan setia oleh pelakunya....

Mengapa ???....

Karena CINTA membuat cara pandang mereka berbeda..

◆ MERAWAT suami atau istri, anak atau orang tua atau anggota keluarga yang sakit..
◆ MENDAMPINGI anak belajar meski lelah..
◆ MENGANTAR orang tua berobat rutin..
◆ MENGERJAKAN pekerjaan kantor yg menumpuk numpuk
◆ MENGERJAKAN target yg diinginkan..
◆ MERAPIKAN rumah yg selalu berantakan, dll...

Semua hal diatas akan terasa sebagai beban berat, NAMUN akan terasa berbeda JIKA dilakukan,
DENGAN PENUH CINTA..

Mari, JALANI kehidupan mulai hari ini dengan
CINTA, AGAR kita MAMPU melakukan tugas2 hari ini dan kedepan dengan penuh gairah....

"Sabbe satta bhavantu sukhitatta"
สัพเพ สัต ตา ภะ วัน ตุ สุขิตัต ตา
may all beings be happy..
semoga semua makhluk berbahagia..

Jumat, 03 Juli 2015

Apa arti bahagia?

KEBAHAGIAAN

Jika kekayaan bisa membuat org bahagia, tentunya Adolf Merckle, org terkaya dari Jerman, tdk akan menabrakkan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat org bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tdk akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat org bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tdk akan menembak jantungnya sendiri.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol & obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat org bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tdk akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

Ternyata, bahagia / tdknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.

Tapi yg bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri.. mampukah ia mensyukuri atau berpuas hati terhadap semua yg sdh dimilikinya dlm segala hal…

"Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti org2 kaya akan membeli "bahagia" tsb & kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sdh diborong oleh mereka."

"Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua org akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada ."

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati atau pikiran setiap manusia. Jadi kita tdk perlu membeli / pergi mencari kebahagiaan itu.

Yg kita butuhkan adalah Hati yg Bersih & Ikhlas serta Pikiran yg Jernih, maka kita bisa menciptakan rasa "Bahagia" itu kapan pun, di manapun & dlm kondisi apapun."

Kebahagiaan itu milik Org2 yg dapat Bersyukur.

"I have been very blessed in my life & rewarded with good friends & good health. I am grateful & happy to be able to share this." Eric Idle

Selembar Kertas

"SELEMBAR KERTAS"

Akte kelahiran adalah kertas. Kartu imunisasi,kertas. Piagam kelulusan,kertas. Ijazah, juga kertas.
Semuanya hanya berupa kertas!!

Akad nikah, kertas. Paspor, kertas. Surat kepemilikan rumah, juga kertas. Resep dokter, kertas. Undangan acara, juga kertas. Uang pun berupa kertas.

Kehidupan kita layaknya kertas². Seiring waktu berlalu, dirobek, kemudian dibuang.

Dunia itu semuanya terdiri dari kertas².

Berapa banyak orang bersedih karena "kertas²" yang dimilikinya. Dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan "kertas²" yang dimilikinya.

Tetapi, ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat manusia selama nya, yaitu: #SURAT KEMATIAN#.

Maka persiapkanlah untuk menghadapi kematian karena itu adalah "KERTAS" terpenting.

Dua hal yang tidak akan selamanya ada dalam diri seseorang: "masa muda nya dan kekuatannya."

Dan dua hal yang berguna untuk setiap orang: "hati yang mulia dan hati yang lapang".

Dan dua hal pula yang akan mengangkat derajat seseorang: "sikap rendah hati & menolong kesulitan orang lain".

Dan dua hal pula yang menjadi penolak bala: "amal & sosialisasi"

Ada tiga fase hidup yang tampak :

1. Masa puber: kita punya waktu dan kekuatan, tetapi tidak punya uang.

2. Masa bekerja: kita punya uang dan kekuatan, tetapi tidak punya waktu.

3. Masa tua: kita punya uang dan punya waktu, tetapi tidak punya kekuatan.

Inilah kehidupan, ketika kita mendapat sebuah karunia. Maka akan hilang karunia lainnya.

Kita selalu yakin bahwa kehidupan orang lain, selalu lebih baik dari kehidupan kita.

Dan orang lainpun meyakini, bahwa kehidupan kita lebih baik darinya.

Hal itu dikarenakan kita melupakan hal terpenting dalam hidup kita, yaitu bersikap mensyukuri atau berpuas hati apa yang kita miliki.😇

Jadikan hidup kita selalu lebih baik dari kemarin dan penuh rasa puas. 🙏

Jumat, 19 Juni 2015

HIDUP BERPACU DENGAN WAKTU

HIDUP BERPACU DENGAN WAKTU
•• •• •• •• ••

Waktu adalah jalan menuju pada Tujuan Hidup.

Bila kita mampu menahan waktu, maka jangan berharap ada akhir atas tujuan.

Sayangnya waktu bukanlah manusia "penentunya", tak ada satu manusiapun yg sanggup menghentikan alurnya, sehingga akan selalu mengalir, tanpa bisa berbalik apalagi mengulang.

Manusia hanya di beri kesempatan "memanfaatkan" waktu meniti alur menuju tujuan hidup akhirnya, maka itu pergunakan waktu sepanjang hari di kehidupan ini dgn se-baik²nya.

Tak perlu terlalu melihat ke belakang, Tak perlu terlalu mendengar ke samping, fokuslah ke depan pada makna hidup untuk menjalani Kebenaran dgn Perbuatan Kebaikan, menebus kesalahan masa lalu sebagai bekal nanti.

Semua di dunia tidaklah abadi,
akan berlalu pada masanya.

Untuk itulah lepaskan segala yg memang harus kita lepaskan dari pikiran & hati.

"MANUSIA SAMA SEPERTI ANGIN, HARI-HARINYA SEPERTI LAYANG-LAYANG YG TERBANG DI ANGKASA."

Waktu adalah ilusi, maka janganlah mempersoalkan waktu. Teruslah Berbuat & Bertindak Baik tanpa mengenal waktu karena hidup kita terus berpacu dengan waktu.

"HIDUP MANUSIA BUKAN DIUKUR DARI BERAPA LAMA DIA HIDUP, TAPI DARI BAGAIMANA DIA HIDUP."

Alam memberi kita 86.400 detik setiap hari,
*Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk berterima kasih?
*Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk tersenyum?
*Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk memaafkan?
*Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk menolong sesama?

SETIAP DETIK ITU BERHARGA,
JADI JANGAN SIA²KAN!!!

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3

Senin, 04 Mei 2015

Rendah Hati

Orang yg rendah hati, hidupnya selalu tenang & damai, tidak menggunakan pernak pernik kepalsuan.

Tidak dapat dihina karena tidak "gila" hormat.

Tidak dapat direndahkan karena tidak "gila" kuasa.

Tidak kesepian karena tidak "gila" popularitas.

Tidak mudah tersinggung karena tidak "gila" kemuliaan.

Tidak cemas karena tidak "gila" pujian.

Kesombongan = merendahkan diri sendiri.

Orang yg rendah hati
Menerima pujian dengan rasa syukur & senyum...

Amithofo O:)

Minggu, 03 Mei 2015

YG MEMBERI YG HRS BERTERIMAKASIH

YG MEMBERI YG HRS BERTERIMAKASIH.

Master Zen, Seisetsu, suatu ketika ingin memperluas ruang belajar di vihara. seorang pengusaha, memutuskan utk berdana sejumlah 500 keping emas. Emas tsb dibawanya kpd Master Seisetsu dan master berkata kpd sang pengusaha :" baik, saya akan terima dana Anda".

Pengusaha tsb tidak puas:( melihat sikap Master yg bahkan tdk mengucapkan terima kasih kpd-nya. Lalu dia berkata : "Master bungkusan ini berisi 500 keping emas yg saya danakan kpd Master." "Iya..bukankah Anda sudah mengatakannya tadi? "
"Master, jawab sang pengusaha tsb, meskipun saya seorang pengusaha kaya, namun jumlah 500 keping emas itu tidak sedikit loh ! "
"Jadi, maksudmu, saya harus mengucapkan terima kasih, begitu? ", jawab Master lagi.

"Iya donk", balas si pengusaha lagi.
"Mengapa?, justru seorang yang memberi-lah yang yang harusnya berterimakasih! "

(Daging Zen, Tulang Zen)
Note : yg menerima hrs bersyukur, tp yg memberi hrs lebih bersyukur krn memiliki kesempatan baik utk berbuat kebaikan.O:) Be wise n happy<3<3

Kamis, 23 April 2015

Kunci kehidupan

Kunci kehidupan

Gembok dengan kokoh mengunci pintu pagar.

Sebatang tongkat besi yg gagah perkasa mengerahkan seluruh tenaganya, tapi tetap saja tak mampu membuka gembok itu.

Datanglah sebuah kunci yg kecil.
Dengan ringan kunci kecil itu
berputar, 1 suara 'klik' & terbukalah gembok itu.

Batang besi tak habis pikir bertanya, "Mengapa aku yg setengah mati mengerahkan tenaga tak bisa membukanya, tapi kamu yg kecil dengan mudahnya bisa ?".

Kunci menjawab,
"Itu karena aku memahami isi didalamnya (hatinya)"

Wahai Sahabat Luar Biasa.

Hati setiap manusia ibaratnya pintu yg tergembok,
batangan besi yg paling kokoh pun tak bisa membukanya.

Perhatian & Kasih Sayang akan merubah Anda menjadi sebuah Kunci Kecil yg akan dapat memahami & membuka Pintu Hati orang lain..

Jadikanlah diri Anda sbg Agen Kasih & orang lain sbg "Obyek" Kasih Anda, bukan sbg Sumber Kesalahan..