Tradisi

Therawada (150) Mahayana (24) Vajrayana (9) zen (6)

Jumat, 07 Maret 2014

7 pertanyaan sang buddha kpd pengikutnya

7 pertanyaan sang buddha kpd pengikutnya:,

1 "Apakah yg PALING TAJAM di dunia ini ?"
Umatnya menjawab dengan serentak "Pedang.
"Jawab Buddha : Yg paling tajam adalah "lidah manusia"
karena melalui lidah, manusia dengan mudah memfitnah orang,
menyakiti hati, melukai perasaan orang, dll.

2: Apa yg PALING JAUH dari diri kita di dunia ini?
Ada yg menjawab: "Antariksa, bulan, matahari.
"Jawab Buddha : Yg paling jauh adalah "masa lalu".
Siapa pun kita, bagaimana pun & betapa pun kayanya kita,
tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu.
Sebab itu kita harus menjaga hari ini & hari² yg akan datang.

3: Apa yg PALING BESAR di dunia ini?
Ada yg menjawab "Gunung, bumi, matahari.
"Jawab Buddha : Yg paling besar yg ada di dunia ini adalah "nafsu".
Banyak manusia menjadi celaka karena menuruti hawa nafsunya.
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi.
Karena itu hati² dengan hawa nafsu..!

4: "Apa yg PALING BERAT di dunia ini?
"Ada yg menjawab : "Baja, besi, gajah.
"Jawab Buddha : Yg paling berat adalah "berjanji".
Hal yg gampang diucapkan tapi sulit dilakukan.

5: "Apa yg PALING RINGAN di dunia ini?
"Ada yg menjawab "Kapas, angin, debu, daun.
"Jawab Buddha :Yg paling ringan di dunia ini adalah
"Melupakan KU & Meninggalkan KU".
Lihatlah banyak orang yang karna harta,
tahta dengan mudahnya meninggalkan Aku.

6: Apa yg PALING DEKAT dengan diri kita di dunia ini?
Ada yg menjawab: "Orang tua, sahabat, teman, kerabatnya.
"Jawab Buddha : Yg paling dekat dengan kita adalah "KEMATIAN".
Sebab kematian adalah PASTI adanya & tiap detik bisa terjadi.

7: Dan terakhir pertanyaan: "Apakah yang paling gampang di dunia ini?
"Mereka menjawab "Makan, tidur, nongkrong dll
"Jawab Buddha : Yg paling gampang adalah " BAGIKAN STATUS INI ",
maka akan jadi renungan yg bermanfaat bg teman² mu yg membacanya…..
walaaupun bukan Umat Buddha Smoga bermanfaat Sobat.

"Sαββε Sᆆα βђαvαπ†u Sukђi†α††α"
สัพเพ สัต ตา ภะ วัน ตุ สุขิตัต ตา
"Semoga semua makhluk berbahagia."

Sabtu, 01 Maret 2014

Bahagia ada di Dalam Diri Kita

Bahagia ada di Dalam Diri Kita

Orang miskin makan makanan yang sederhana sudah nikmat sekali. Tetapi, bagi orang yang kaya raya, makan makanan yang mewah baru merasa nikmat.

Kalau kita periksa, di dalam makanan yang sederhana dan makanan mewah itu, adakah kebahagiaan disana? Tidak ada!
Senang dan nikmat adanya di dalam batin.

Kalau orang kaya kita beri makanan yang sederhana menjadi kecewa dan jengkel. Apakah kecewa dan jengkel itu ada dalam makanan itu? Ternyata tidak ada! Kecewa dan jengkel ada di dalam batin.
Kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri. Kita tidak perlu mencarinya jauh-jauh. Kebahagiaan muncul di dalam diri kita ini, bukan di luar.

Agama apapun tidak bisa menghadiahkan kebahagiaan. Semua agama hanya bisa menunjukkan caranya, kita sendiri yang harus melaksanakannya. Semua itu bergantung kepada kita sendiri.
Siapa yang membuat bahagia? Kita sendiri.
Siapa yang membuat tidak bahagia? Kita sendiri juga.
Kebahagiaan bergantung pada perubahan yang kita lakukan di dalam diri kita.
Kalau kita berani mengubah sikap hidup kita, menghancur leburkan keserakahan, keakuan; tidak hanya untuk menjaga gengsi, tetapi benar2 ingin menghancurkan nafsu keburukan, maka kebahagiaan akan muncul dalam batin kita. Dan jika kebahagiaan sudah muncul di dalam batin, kita akan merasa bahagia setiap saat.

Cobalah renungkan, kebahagiaan ada di dalam diri kita, tidak ada dalam makanan, tidak ada dalam pakaian, tidak ada dalam rumah yang bagus, juga tidak ada di dalam mobil yang berganti-ganti.

Apa saja yang kita hadapi, bisa membuat kita menderita, karena penderitaan itu kita yang membuatnya sendiri.
Sebaliknya, kita juga bisa untuk tidak membuat penderitaan.

Jadi kalau menghadapi apapun, entah itu urusan suami, istri, pembantu, pekerjaan, tetangga, panas, dingin, untung, rugi, capai; buatlah agar tidak menjadi menderita karena kita sendiri yang bisa membuat menjadi penderitaan atau tidak menjadi penderitaan.

Sumber: "Bersahabat Dengan Kehidupan" - Bhikkhu Sri Pannavaro

Minggu, 02 Februari 2014

Namaku Uang

NamaKu : UANG (suka di panggil DUIT)


Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.
Aku juga "bisa" merubah Perilaku, bahkan sifat Manusia' karena manusia mengidolakan aku.
Banyak orang merubah kepribadiannya,­­­­ mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan segalanya, demi aku!

Aku tdk mengerti perbedaan orang saleh & bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin & terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan org ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara2 aku.
Anak dan orangtua berselisih gara2 aku.

Sangat jelas juga aku bukan segalanya, tapi manusia menyembah aku seperti segalanya, bahkan aku dianggap segalanya....

Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?

Aku tdk pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tdk mampu membeli kebahagiaan hidup anda.

Kalau suatu hari anda meninggal, aku tdk akan bisa menemani anda..

Saat itu, yang berharga adalah, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN aku dgn baik, atau sebaliknya?

Ini informasi terakhirku:
Aku TIDAK berarti setelah kematian,
Jadi jangan terlalu mendewakan aku.

Salam sayang,

Ttd
.̷̸ ̷̷̸̸̷̸̐̐ ̸̷̸̐ ̸̷ ̷̸
UANG

Sabtu, 18 Januari 2014

Berbahagia dgn Membahagiakan Org lain

Ada seorang pemuda terkena penyakit yang mengharuskan usus kecilnya dipotong sepanjang satu meter. Selama berpuasa setelah operasi, saat masih terbaring di rumah sakit, istrinya menghubungi saya dan menceritakan keadaan suaminya. Lewat istrinya saya menganjurkan agar pemuda itu mengembangkan pikiran yang penuh cinta kasih.

Setelah keluar dari rumah sakit, pemuda itu datang menemui saya. Dia mengatakan bahwa saat terbaring di rumah sakit - saat merasakan kesakitan yang besar dan merasa sedih karena ternyata penyakitnya tidak bisa disembuhkan - sulit bagi dirinya untuk mengembangkan pikiran penuh cinta kasih.

Dia berkata "Saya sendiri sangat membutuhkan pertolongan. Keadaan saya sangat buruk. Bagaimana mungkin saya bisa mengembangkan pikiran cinta kasih? Bukankah saya sendiri yang sebenarnya harus dikasihani?"

Saya berkata, "Sejak Anda mulai memikirkan diri sendiri, sejak Anda mulai menuntut, maka pada saat itulah Anda mulai merasa menderita. Sebaliknya, sejak Anda mulai memikirkan orang lain, mengharapkan orang lain bahagia, justru pada saat itulah Anda mulai merasa bahagia. Dengan mengembangkan pikiran penuh cinta kasih, saya berharap semoga penderitaan yang Anda rasakan bisa berkurang."

Pemuda-pemudi ketika masih berpacaran, mereka sangat memperhatikan pasangannya. Mereka berusaha saling membahagiakan pasangannya. Oleh karena ingin membahagiakan pasangannya, perasaan mereka dipenuhi kebahagiaan. Tetapi setelah menikah, biasanya mereka mulai banyak berharap kepada pasangannya.

Mereka menuntut pasangannya untuk ini dan itu, menuntut pasangannya untuk bersikap begini dan begitu. Ketika mereka mulai memikirkan diri sendiri dan mulai banyak menuntut, pada saat itulah penderitaan mulai datang.

Penderitaan datang saat kita menuntut orang lain untuk membahagiakan kita. Sebaliknya, kebahagiaan datang justru saat kita ingin membahagiakan orang lain.

SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3

5 macam faedah mendengarkan Dhamma

DHAMMASSAVANANI-SAMSA 5 : 5 macam faedah mendengarkan Dhamma.


@>-- (I) Assutam sunati: Seorang yang mendengarkan Dhamma adalah seperti mendengarkan hal-hal yang belum pernah ia dengar sebelumnya.

@>-- (II) Sutam- pariyodapeti: Hal-hal yang telah ia dengar sebelumnya tetapi belum jelas, maka dengan mendengarkan Dhamma ia akan mengerti dengan lebih jelas.

@>-- (III) Kankham- vihanati:
Mendengarkan Dhamma dapat menghilangkan keraguan mengenai Ajaran-Nya (Dhamma).

@>-- (IV) Ditthi ujum karoti: Mendengarkan Dhamma dapat memberikan pengertian benar.

@>-- (V) Cittamassa- pasidati: Pikiran orang yang mendengarkan Dhamma akan menjadi terang dan bahagia.

(Anguttaranikaya III.248).

###############
@>-- PANJIKA Pembabar Dhamma @>--
###############