Jumat, 03 Juli 2015
Selembar Kertas
Akte kelahiran adalah kertas. Kartu imunisasi,kertas. Piagam kelulusan,kertas. Ijazah, juga kertas.
Semuanya hanya berupa kertas!!
Akad nikah, kertas. Paspor, kertas. Surat kepemilikan rumah, juga kertas. Resep dokter, kertas. Undangan acara, juga kertas. Uang pun berupa kertas.
Kehidupan kita layaknya kertas². Seiring waktu berlalu, dirobek, kemudian dibuang.
Dunia itu semuanya terdiri dari kertas².
Berapa banyak orang bersedih karena "kertas²" yang dimilikinya. Dan berapa banyak orang begitu bahagia dengan "kertas²" yang dimilikinya.
Tetapi, ada satu lembar kertas yang tidak mungkin dilihat manusia selama nya, yaitu: #SURAT KEMATIAN#.
Maka persiapkanlah untuk menghadapi kematian karena itu adalah "KERTAS" terpenting.
Dua hal yang tidak akan selamanya ada dalam diri seseorang: "masa muda nya dan kekuatannya."
Dan dua hal yang berguna untuk setiap orang: "hati yang mulia dan hati yang lapang".
Dan dua hal pula yang akan mengangkat derajat seseorang: "sikap rendah hati & menolong kesulitan orang lain".
Dan dua hal pula yang menjadi penolak bala: "amal & sosialisasi"
Ada tiga fase hidup yang tampak :
1. Masa puber: kita punya waktu dan kekuatan, tetapi tidak punya uang.
2. Masa bekerja: kita punya uang dan kekuatan, tetapi tidak punya waktu.
3. Masa tua: kita punya uang dan punya waktu, tetapi tidak punya kekuatan.
Inilah kehidupan, ketika kita mendapat sebuah karunia. Maka akan hilang karunia lainnya.
Kita selalu yakin bahwa kehidupan orang lain, selalu lebih baik dari kehidupan kita.
Dan orang lainpun meyakini, bahwa kehidupan kita lebih baik darinya.
Hal itu dikarenakan kita melupakan hal terpenting dalam hidup kita, yaitu bersikap mensyukuri atau berpuas hati apa yang kita miliki.š
Jadikan hidup kita selalu lebih baik dari kemarin dan penuh rasa puas. š
Jumat, 19 Juni 2015
HIDUP BERPACU DENGAN WAKTU
•• •• •• •• ••
Waktu adalah jalan menuju pada Tujuan Hidup.
Bila kita mampu menahan waktu, maka jangan berharap ada akhir atas tujuan.
Sayangnya waktu bukanlah manusia "penentunya", tak ada satu manusiapun yg sanggup menghentikan alurnya, sehingga akan selalu mengalir, tanpa bisa berbalik apalagi mengulang.
Manusia hanya di beri kesempatan "memanfaatkan" waktu meniti alur menuju tujuan hidup akhirnya, maka itu pergunakan waktu sepanjang hari di kehidupan ini dgn se-baik²nya.
Tak perlu terlalu melihat ke belakang, Tak perlu terlalu mendengar ke samping, fokuslah ke depan pada makna hidup untuk menjalani Kebenaran dgn Perbuatan Kebaikan, menebus kesalahan masa lalu sebagai bekal nanti.
Semua di dunia tidaklah abadi,
akan berlalu pada masanya.
Untuk itulah lepaskan segala yg memang harus kita lepaskan dari pikiran & hati.
"MANUSIA SAMA SEPERTI ANGIN, HARI-HARINYA SEPERTI LAYANG-LAYANG YG TERBANG DI ANGKASA."
Waktu adalah ilusi, maka janganlah mempersoalkan waktu. Teruslah Berbuat & Bertindak Baik tanpa mengenal waktu karena hidup kita terus berpacu dengan waktu.
"HIDUP MANUSIA BUKAN DIUKUR DARI BERAPA LAMA DIA HIDUP, TAPI DARI BAGAIMANA DIA HIDUP."
Alam memberi kita 86.400 detik setiap hari,
*Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk berterima kasih?
*Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk tersenyum?
*Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk memaafkan?
*Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk menolong sesama?
SETIAP DETIK ITU BERHARGA,
JADI JANGAN SIA²KAN!!!
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3
Senin, 04 Mei 2015
Rendah Hati
Tidak dapat dihina karena tidak "gila" hormat.
Tidak dapat direndahkan karena tidak "gila" kuasa.
Tidak kesepian karena tidak "gila" popularitas.
Tidak mudah tersinggung karena tidak "gila" kemuliaan.
Tidak cemas karena tidak "gila" pujian.
Kesombongan = merendahkan diri sendiri.
Orang yg rendah hati
Menerima pujian dengan rasa syukur & senyum...
Amithofo O:)
Minggu, 03 Mei 2015
YG MEMBERI YG HRS BERTERIMAKASIH
Master Zen, Seisetsu, suatu ketika ingin memperluas ruang belajar di vihara. seorang pengusaha, memutuskan utk berdana sejumlah 500 keping emas. Emas tsb dibawanya kpd Master Seisetsu dan master berkata kpd sang pengusaha :" baik, saya akan terima dana Anda".
Pengusaha tsb tidak puas:( melihat sikap Master yg bahkan tdk mengucapkan terima kasih kpd-nya. Lalu dia berkata : "Master bungkusan ini berisi 500 keping emas yg saya danakan kpd Master." "Iya..bukankah Anda sudah mengatakannya tadi? "
"Master, jawab sang pengusaha tsb, meskipun saya seorang pengusaha kaya, namun jumlah 500 keping emas itu tidak sedikit loh ! "
"Jadi, maksudmu, saya harus mengucapkan terima kasih, begitu? ", jawab Master lagi.
"Iya donk", balas si pengusaha lagi.
"Mengapa?, justru seorang yang memberi-lah yang yang harusnya berterimakasih! "
(Daging Zen, Tulang Zen)
Note : yg menerima hrs bersyukur, tp yg memberi hrs lebih bersyukur krn memiliki kesempatan baik utk berbuat kebaikan.O:) Be wise n happy<3<3
Jumat, 01 Mei 2015
Hukum Karma
Hukum Karma (Hukum perbuatan) adalah merupakan dalil Sebab dan Akibat, Aksi dan Reaksi, merupakan Hukum Alam , Setiap perbuatan yang dilandasi oleh Kehendak, Pikiran, Ucapan dan Tindakan jasmani, akan membuahkan hasil atau akibat. Perbuatan baik akan berbuah baik, perbuatan buruk akan berbuah buruk. Ini bukan penjatuhan hukuman ataupun pahala yang diberikan oleh siapapun atau kekuatan apapun yang menghakimi perbuatan kita, namun hal ini berdasar pada sifat daripada Hukum itu Sendiri.
Sang Buddha menolak kepercayaan /paham Takdir tersebut. Sebab bila demikian halnya, maka sia-sia untuk berbuat baik dan menghindari perbuatan tercela, sebab keseluruhan hidup telah ditentukan/ditakdirkan sebelumnya.
Sampai disini dapat kita lihat bahwa Hukum Karma sangat berbeda dengan paham Takdir.
Selanjutnya..., Di dalam Buddhisme ada ajaran tentang "Perubahan" (Anicca), " tentang 'Penderitaan' (Dukkha) dan tentang 'Tiada Inti diri' (Anatta) yang secara singkat disebutkan bahwa 'Segala sesuatu yang terkondisi selalu mengalami perubahan /tidak kekal', dan Segala sesuatu yang terkondisi/mengalami perubahan adalah tidak memuaskan (Penderitaan)', dan Segala sesuatu yang terkondisi maupun yang tidak terkondisi adalah Tanpa Inti diri' .
Olehkarena telah disebutkan diatas, bahwa Segala sesuatu yang terkondisi maupun yang tidak terkondisi adalah Tanpa Inti diri' , maka dapatlah dimengerti bahwa Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bersifat Tetap/kekal/abadi. Demikian pula dengan Karma dan Kelahiran kembali.
Salah pengertian tentang Karma, ialah anggapan bahwa setiap perbuatan "A", pasti tak terelakkan berbuah "A". Padahal menurut dalil hukum karma dan tumimbal lahir tidaklah demikian adanya.
Suatu perbuatan baik atau buruk memiliki akibatnya pada suatu saat, disuatu tempat. Perbuatan yang dikehendaki atau karma yang diperbuat dalam kelahiran sebelumnya, merupakan benih atau akar yang Turut menyebabkan nasib baik atau malang dikehidupan saat ini, dan perbuatan baik atau buruk saat ini akan Turut menyebabkan nasib baik atau malang pada kehidupan berikutnya. Jadi apapun kondisi yang terjadi saat ini, apakah bahagia atau menderita adalah merupakan hasil Akumulasi perbuatan yang dilakukan sebelumnya.
Sang Buddha telah menjelaskan hal tersebut secara gamblang dengan sebuah perumpamaan 'Sejumput garam' yang ditaruh di cawan kecil yang diberi air, air tersebut tidak akan bisa diminum karena akan sangat asin sekali, karena cawan itu kecil. Namun bila kita menaruh sejumput garam ke sungai, maka airnya akan tetap dapat diminum dan tidak asin, karena banyaknya air di sungai tersebut.
Hukum Karma, dengan demikian, lebih berarti suatu KECENDERUNGAN, bukan sekadar suatu konsekuensi yang tak dapat diubah dan dielakkan.