Tradisi

Therawada (150) Mahayana (24) Vajrayana (9) zen (6)

Senin, 10 Desember 2012

Kisah mutiara yg bernoda..

Ada seorang tua yg sangat beruntung. =D
Dia menemukan sebutir mutiara yg besar & sangat indah, namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas mutiara tsb. :'(

Hatinya terus bergumam, kalo lah tidak ada titik noda hitam, Mutiara ini akan menjadi yg tercantik & paling sempurna di dunia!! :(

Semakin dia pikirkan semakin kecewa hatinya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dgn menguliti lapisan permukaan mutiara..

Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda tsb masih ada.
Dia pun segera menguliti lapisan kedua dgn keyakinan titik noda itu akan hilang.
Tapi kenyataannya noda tsb masih tetap ada. Lalu dgn tidak sabar, dia mengkuliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir. /:)
Benar juga noda telah hilang, tapi mutiara tsb ikut hilang!! >:O

Begitulah dgn kehidupan nyata,
kita selalu suka mempermasalahkan hal yang kecil, yang tidak penting sehingga akhirnya merusak nilai yg besar...:(

Persahabatan yg indah puluhan tahun berubah menjadi permusuhan yg hebat hanya karena sepatah kata pedas yg tidak disengaja .....:'(

Keluarga yg rukun dan harmonispun jadi hancur hanya karena perdebatan2 kecil yang tak penting ...:'(

Yang remeh kerap di permasalahkan..:(
Yang lbh penting dan berharga lupa dan terabaikan...:$

Seribu kebaikan sering tak berarti...
Tapi setitik kekurangan diingat seumur hidup......:s

Mari belajar menerima kekurangan apapun yg ada dlm kehidupan kita...({})
Bukankah tak ada yang tak pernah melakukan salah di dunia ini ...?;).




Sent from BlackBerry® on 3

Pemberian Korban Hewan Menurut Ajaran Buddha

Ada contoh pemberian semacam pengorbanan hewan oleh para brahmana di jaman Sang Buddha yg dibahas dalam Samyutta Nikaya (coba baca terutama yg nomor 94) :

SN [Sahagathavagga; 1 : 32 ]

*pertanyaan dari devata :

93. "Mengapakah pengorbanan mereka, yang banyak dan mewah,
Tidak sebanding dengan pemberian seorang yang baik ?
Mengapakah seratus ribu persembahan
Dari mereka yang mengorbankan seribu
Tidak sebanding dengan sebagian kecil
[Dari persembahan] yang diberikan olehnya?"

Kemudian Sang Bhagavā menjawab devatā tersebut dalam syair:

94. "Karena mereka memberikan selagi berdiam dalam ketidakbajikan,
Setelah menganiaya dan membunuh, menyebabkan penderitaan,
Persembahan mereka—menyedihkan, penuh dengan kekerasan—
Tidak sebanding dengan pemberian dari seorang yang baik.
Itulah mengapa seratus ribu persembahan
Dari mereka yang mengorbankan seribu
Tidak sebanding dengan sebagian kecil
[Dari persembahan] yang diberikan olehnya."

Sumber lain Digha Nikaya,Kutadanta sutta.Segala Praktek Kebajikan Tentunya Harus Diawali Dengan Pemahaman Yang Benar Antara Yang Baik Dan Tidak Baik, inilah yang disebut PANDANGAN BENAR.

2500an tahun yang silam, seorang Pangeran dari India meninggalkan tahta kerajaannya demi mencari KEBENARAN atas HAKEKAT KEHIDUPAN dan mencapai PENERANGAN SEMPURNA.

Beliau menyadari bahwa kelahiran kembali adalah PENDERITAAN dan ini harus dihentikan. baik itu terlahir di alam DEWA sebagai akibat dari berbuahnya PERBUATAN BAIK.

Oleh karena itu, hendaknya kita mengetahui bahwa berbuat baik saja tidak cukup. Kita pun secara PRIBADI harus berjuang dengan sungguh-sungguh agar bisa mencapai tujuan akhir yang kita yakini sebagai KEBAHAGIAAN MUTLAK.

Berbahagialah orang yang mengetahui dan mempraktekkan KEBENARAN ini. Semoga demikianlah adanya.




Sent from BlackBerry® on 3

Segala Sesuatu Selalu Ada Baiknya, All Is Well

"Segala Sesuatu Selalu Ada Baiknya, All Is Well"
Oleh Ajahn Brahm

Berikut adalah kisah seorang raja yang sangat gemar berburu. Setiap kali berburu, ia selalu mengajak pembantu setianya. Hal yang istimewa dari pembantunya adalah, ia selalu berkata, "Untuk segala sesuatu selalu ada baiknya. Apapun yang dialami dan diterima dalam hidup selalu ada baiknya!"

Oleh karena itu, jika raja ingin berburu harimau dan hanya mendapatkan seekor kambing gunung, sang pembantu selalu mengingatkan, "Apapun ya
ng didapat, selalu ada baiknya." Jika raja mendapatkan binatang buruan yang lebih kecil, ia pun mengatakan, "Inipun pasti ada baiknya."

Sekali peristiwa, secara tidak sengaja jempol kaki kiri raja tertembak oleh senapannya sendiri. Sang pembantunya mengatakan, "Hal inipun pasti ada baiknya!" Hal itu membuat raja marah dan tidak lagi mengajak pembantunya setiap kali berburu.

Suatu waktu sang raja melakukan perburuan sendirian. Ia ditangkap oleh suku pedalaman yang gemar makan daging manusia. Raja akan direbus dalam belanga besar. Sang kepala suku memeriksa raja dan mendapati bahwa raja tidak memiliki jempol kaki kiri. Sang raja tidak jadi dikorbankan karena cacat. Akhirnya raja dibebaskan.

Dari peristiwa itu sang Raja memahami bahwa perkataan pembantunya benar, "Untuk segala sesuatu ada baiknya." Sang raja bergegas pulang dan menjumpai pembantunya. Ia menceritakan semuanya dengan bersemangat. Pada akhir ceritanya ia berkata, "Sayang sekali kau tidak ada di sana bersama saya waktu itu sehingga tidak dapat merasakan ketegangannya!"

Mendengar hal itu, sang pembantu menjawab, "Saya tidak ada disana saat itupun ada baiknya. Jika saya ada di sana, bisa jadi baginda raja akan dibebaskan dan sayalah yang akan dimasak."

Berpikir positif untuk setiap hal dalam hidup adalah pilihan yang membuat semua hal yang kita kerjakan tampak indah dan bermakna. Berpikir positif untuk segala sesuatu adalah ciri-ciri jiwa yang sehat.





Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 09 Desember 2012

Why I Believe Buddha :)

Buddha tidak pernah menjanjikan hal-hal indah ataupun menjanjikan aku pasti akan ke Surga / Nibbana bila percaya kepadaNya..

Buddha juga tidak pernah berkata" kalau tidak percaya Dia pasti masuk neraka."

Buddha tidak memberikan dongeng yang mengerikan atau menyenangkan supaya aku percaya dan takut terhadapNYa..

Buddha tidak pernah mengatakan ", Akulah yg menciptakan langit dan bumi ini"

Buddha tidak pernah menjanjikan hal-hal yg indah untuk ke depan, bahkan juga tdk bisa mensucikan org lain..

Bahkan utk mensucikan diri sendiri pun mengandalkan kita sendiri, tapi kenapa aku masih mau mengikuti ajaranNya ?

karena Buddha, aku tahu :
- kenapa aku menderita.
- kenapa aku cacat.
- kenapa aku bermuka buruk.
- kenapa aku sakit & pendek umur

karena Buddha, aku tahu
-kenapa aku bahagia.
-kenapa aku sehat.kaya
-kenapa aku cantik,ganteng
-kenapa aku sukses, panjang umur

Dari Buddha, aku mengerti hukum kamma(sebab dan akibat) dan 4 kesunyataan mulia, bertambah Bijaksana shg tidak menyalahkan siapa pun atas penderitaan dan kebahagiaan terjadi oleh suatu sebab.

Oleh Buddhalah aku diajarkan cinta kasih terhadap semua makhluk hidup apapun juga..

Jika suatu saat ªķΰ berhasil dalam melewati roda samsara ini sampai akhir hidup,
Surga dipersembahan sampai jutaan kalpa pun saya tidak mau,
Yang ªķΰ inginkan hanyalah bebas dari kelahiran

Tidak ada kelahiran maka tidak ada penderitaan dan kematian..

Apa yg kita tanam itu yg kita petik, apa yg kita lakukan itu yg kita dapatkan(kamma),

Itu ajaran yg d ajarkan "Sang Buddha".

INGAT:
Suka cita dan dukacita di tangan kita bukan di tangan siapa"




Sent from BlackBerry® on 3

Manfaat Harapan

Manusia yg hidup tanpa Harapan adalah ibarat manusia yg sdh mati, Kita harus punya Harapan, karena dgn itu kita punya tujuan/keinginan untuk dicapai.

Tidak ada yang menghadiahkan DAYA TAHAN dan KESABARAN dalam menggapai HARAPAN.

"By hope,the thing you want is brought to you,by action you receive it". Punyailah keberanian menghadapi segala tantangan dalam mencapai HARAPAN.

Begitulah dgn kehidupan nyata, kadang kita suka permasalahkan hal yang kecil yang tidak penting sehingga merusak nilai yg besar dan menghancurkan semua HARAPAN. Mulailah menggapai HARAPAN dari apa kita mimpikan saat ini.

Jangan bermimpi sesuatu yang tidak mampu kita miliki. HARAPAN tentang segala sesuatu selalu menciptakan kecemasan yang tampaknya nggak pernah habis. Keadaan tersebut selalu ada tetapi pikiran adalah penguasa yg terbesar terhadap diri kita untuk tetap bertahan.

Berterima kasih utk hidup sampai hari ini, diberi kesempatan untuk tetap berusaha menggapai HARAPAN, ke arah hidup yang lebih baik dan semangat menggapai HARAPAN yang tidak pernah PADAM.

Renungan Master Cheng Yen-
"Kita boleh miskin dalam materi,namun batin dan semangat tidak boleh miskin."

Sent from BlackBerry® on 3