Tradisi

Therawada (150) Mahayana (24) Vajrayana (9) zen (6)

Minggu, 31 Maret 2013

Kebesaran Hati Seorang Tenzing Norgay

"Kebesaran Hati Seorang Tenzing Norgay"

Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay (pemandu/sherpa) kembali dari puncak Mount Everest, ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay.

Reporter: "Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?".
Tenzing Norgay: "Sangat senang sekali".
Reporter: "Anda kan seorang pemandu bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?".
Tenzing Norgay: "Ya, benar sekali. Pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya & menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia".
Reporter: "Mengapa Anda lakukan itu?"
Tenzing Norgay: "Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN-nya".

Pepatah mengatakan, "Bila Anda hendak jadi pahlawan, harus ada yang bertepuk tangan dipinggir jalan". Di dunia ini, tidak semua manusia berkeinginan dan memiliki impian Mereka cukup berbahagia dengan memberikan pelayanan dengan membantu orang lain mencapai impiannya.

Renungankanlah:

Saat kita terpuruk, ingatlah akan proses hukum perubahan. Bila sesuatu yg baik bisa berubah menjadi tidak baik, demikian jg sesuatu yg tidak baik pasti bisa menjadi baik.
Butuh keuletan, kesabaran, semangat dan perjuangan. Bila sesungguhnya kita menjalani akibat dari semua sebab, apakah kita masih tidak terima segala sesuatu akibat dari segala perbuatan yg pernah kita lakukan?

Orang yg membuat anda Sukses adalah orang2 sekitar anda yg mendukung, menyemangati tak terkecuali juga yg menghambat dan menghancurkan anda.

Bila mengerti hukum ini maka berjuanglah untuk terus menanam sebab dari kebahagiaan.
Terbarkanlah bibit2 kebajikan kepada semua dgn universal, kebahagiaan yg kembali pasti Universal pula.

 Bε Haƿƿy :). 

"Sabbe satta bhavantu sukhitatta"
สัพเพ สัต ตา ภะ วัน ตุ สุขิตัต ตา

Sent from BlackBerry® on 3

KERJA KERAS DAN KERJA CERDAS

KERJA KERAS DAN KERJA CERDAS

Joni dan Edi sama-sama diterima di sebuah prusahaan distribusi FMCG sebagai salesman setelah lulus. Mereka berdua bekerja keras. Dua tahun kemudian bos Chandra mengangkat Edi menjadi Sales Supervisor sedangkan Joni tetap saja menjadi Salesman.

Suatu hari Joni tidak tahan lagi dan mengajukan pengunduran dirinya kepada bos Chandra. Alasan Joni perusahaan ini tidak memperhatikan orang yang bekerja keras, hanya orang yg pandai menjilat bos saja yang bisa naik.

Bos Chandra tahu bahwa Joni pekerja keras tetapi untuk menyadarkan Joni apa beda dia dengan Edi maka ia memberikan satu tugas kepada Joni. Ia meminta Joni untuk menemukan seorang pedagang semangka di pasar dekat kantor. Saat Joni kembali, bos Chandra bertanya: "Sudah kau temukan Jon?" "Sudah pak" jawab Joni. "Berapa harga semangkanya?" tanya Bos Chandra. Joni pergi ke pasar lagi utk menanyakan harga semangka lalu kembali menghadap bos Chandra dan berkata: " Rp 1000 per kg pak."

Bos Chandra berkata kepada Joni bahwa sekarang dia akan memberi perintah yg sama kepada Edi.

Edi ke pasar dan setelah kembali menghadap ke bos Chandra. Edi melapor kepada bos Chandra: "Di pasar hanya ada 1 pedagang semangka, harga semangka Rp 1000 per kg, kalau beli 100 kg hanya Rp 800 per kg nya,- ia mempunyai stok 324 biji, yang 32 dipajang di counternya. Semangka didatangkan dari Indramayu 2 hari yang lalu, warnanya hijau segar dan isinya merah jingga, kualitasnya bagus."

Joni sangat terkesan dengan laporan Edi dan memutuskan untuk tidak jadi mengundurkan diri tetapi akan belajar lebih banyak dari Edi.

Moral of the story:
Bekerja lebih keras saja tidak cukup! Seorang yang lebih sukses meneliti lebih banyak, berpikir lebih banyak dan mengerti lebih mendalam. Untuk alasan yang sama seorang yang lebih sukses melihat beberapa tahun ke depan sedangkan yg tidak sukses hanya melihat esok hari saja.



Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 30 Maret 2013

Cheng beng : Antara ada dan tiada

Cheng beng : Antara ada dan tiada.

Dikatakan ada karena selalu eksis, dikatakan tiada karena fisiknya tidak dapat selalu ditemui.
Ada dan tiada sesungguhnya tidak berbeda.
Saat ada hampir jarang dipikirkan, saat tiada dicaripun hanya kenangan yg dapat dilihat.
Masih perlukah melekat dengan ada dan ketiadaan?
Manusia semasih hidup, jarang diperhatikan, sesudah meninggal memberikan persembahan yg terbaik pun tak mampu mengantikan perlakukan dan pelayanan sewaktu seseorang itu masih hidup.

Saat Ceng beng semua orang ke kuburan, yg dilihat hanya batu nisan dan tumpukan tanah, tiada yg dapat diajak bicara, hanya dua keping uang logam alat komunikasi, utk bertanya sudah cukup atau belum. Serta berbagai persembahan bagi mereka yg membutuhkan.

Tetapi makna terindah adalah kebersamaan, rasa bakti dari anak2 yg berkumpul mendoakan leluhurnya. Mendoakan agar mereka senantiasa terlahir di alam yg lebih baik dan tak terlahir di alam menderita, memberikan laporan atas segala keturunan yg telah ada, dan cerita hidup masing2 anak yg senantiasa mengharap berkah dari orang tua dan leluhurnya.

Inilah indahnya bentuk perhatian dan peringatan kepada mereka yg paling berjasa kepada kita.

Tetapi bila saat ini orang tua kita masih ada, masih sehat, berikanlah kepada mereka persembahan yg terbaik, kasih sayang dan perhatian, makanan yg enak untuk mereka rasakan saat ini. Dan yg paling penting dari semua itu adalah:
Ajaklah Orangtua untuk mengenal ajaran kebajikan, agar semasa hidupnya memiliki tabungan kebajikan, belajar untuk melakukan nian fo, dan bertindak sesuai dengan ajaran kebenaran, agar nanti meninggal tidak kekurangan apapun dan menjadi penghuni alam sukhavati nan bahagia.

Bakti yg terpenting adalah saat ini. Lakukanlah sekarang sebelum semua menjadi terlambat.


Sent from BlackBerry® on 3

Pay The Price

Pay The Price

Seorg turis sdg berjalan2 di pasar tradisional org2 Indian. Para pedagang di sana menjajakan berbagai macam cindera mata. Di antaranya terdapat kalung2 dgn bandul gigi buaya, gigi harimau, gigi ikan hiu dan juga kuku beruang. Si turis bertaanya,"Apakah bandul2 kalung itu sangat bernilai bagi org2 Indian?" Pedagang itu menjawab,"Oh tentu, bahkan jauh lbh bernilai drpd mutiara."

Kemudian ia bertanya lagi,"Mengapa gigi2 itu lebih bernilai? Apa keistimewaannya?" "Banyak org bisa membuka tiram dan mengambil mutiaranya, sebaliknya hanya org yg berani menghadapi tantangan saja yg dapat mengambil gigi2 dan kuku binatang tsb. Itulah yg membuat benda2 ini memiliki nilai yg sangat tinggi." Jawab si pedagang.

Masih ingat dgn acara televisi "Fear Factor"? Dalam acara tsb, semakin tinggi nilai uang yg ditawarkan, semakin besar pula tantangannya. Itulah hidup, apa yg Anda dapatkan berbanding lurus dgn usaha Anda.

"Ada lebel harga yg menempel pada setiap keberhasilan, yg selalu menjadi pertanyaan adlh maukah Anda membayar harga tsb melalui kerja keras, pengorbanan, iman, dan ketabahan?" Demikian ujar John C. Maxwell. Ya, segala sesuatu ada harganya. Tdk byk org yg mengerti prinsip ini. Ingin sukses, tapi malas. Ingin mendapat byk, ttp menabur sedikit. Ingin bahagia, ttp tdk mau berusaha membahhagiakan org lain. Ingin sehat, ttp tdk menerapkan gaya hidup sehat. Ingin posisi tinggi, ttp berusaha paling sedikit. Ingin hidup enak, ttp tdk ingin membayar harganya. Apakah pribadi yg seperti itu akan meraih mimpi2nya?

Pantaskah org seperti itu mendapatkan sesuatu yg lebih baik dari yg mereka harapkan? Tentu saja tidak.

Bila kita belum melakukan yg maksimal dalam sesuatu hal, jgn harap yg terbaik datang dalam hidup kita.



Sent from BlackBerry® on 3

Istri seharga 8 sapi

Ada tradisi yg cukup unik di sebuah daerah di Pasifik Selatan. Jika seorang pria ingin melamar seorang gadis, dia harus bayar ortu si gadis dengan ternak sebagai "mahar" sebanyak 4 hingga 6 sapi.

Satu kali ada seorang pria menyunting seorang gadis yg penampilannya sangat sederhana & sama sekali tidak menarik. Namun luar biasanya, dia memberikan mahar sebanyak 8 sapi !!!
Semua orang keheranan, menurut mereka 4 sapi saja masih kemahalan, tapi mengapa membayar dengan 8 sapi.

Tetapi beberapa bulan kemudian, penduduk setempat dibuat takjub dengan perubahan istri pria tsb. Wanita itu berubah menjadi sosok wanita yg cantik, anggun, percaya diri & sangat menarik.

Melihat keheranan penduduk, pria tsb berkata : 'Saya benar 2x menginginkan wanita 8 sapi sewaktu membayar 8 sapi & memperlakukannya seperti wanita 8 sapi. Dia mulai percaya diri & merasa menjadi wanita 8 sapi. Dia mendapati dirinya sangat berharga & itulah yg membuat perubahan di dalam dirinya"

Jika ingin istri menjadi yg terbaik, PERLAKUKAN dengan terbaik, hargai & hormati. Demikian pula sebaliknya.

Pernikahan tersukses adalah ketika suami/istri berusaha MEMBANGUN HARGA DIRI pasangannya.

Jika ingin anak yg terbaik, PERLAKUKAN dengan cara terbaik.

Jika ingin staf yg terbaik, PERLAKUKAN dengan cara terbaik.

APA DIINGINKAN, SEPERTI ITU JUGA HARUS DIPERLAKUKAN....



Sent from BlackBerry® on 3