Resiko sebuah Ucapan...
Bagaimana seekor rusa yang baik bisa mati hanya karena sebuah OPINI, ikuti ceritanya :
1. Sepulang dari sawah, rusa rebahan di kandang dengan wajah cape dan nafas yang berat.
Datanglah seekor anjing, rusa lalu berkata : "Aah teman lama, saya sungguh cape dan besok ingin istirahat sehari dengan baik."
2. Anjing lalu pergi, bertemu kucing di sudut tembok dan ia berkata: "Tadi saya bertemu rusa dan dia besok ingin istirahat dulu, sudah sepantasnya sebab bos kasih kerjaan terlalu berat."
3. Kucing lalu cerita kepada kambing dan berkata: "Rusa komplain bos kasih kerja terlalu banyak dan berat, jadi besok tidak mau kerja lagi."
4. Kambing bertemu ayam dan berucap: "Rusa tidak senang bekerja untuk bos lagi, sebab mungkin ada bos lain yang lebih baik."
5. Ayam bertemu monyet dan berkata : "Rusa tak akan kerja untuk bos nya dan ingin mencari kerja di tempat bos yang lain."
6. Saat makan malam, monyet bertemu bos dan berkata : "Bos, tolong ajari rusa dengan baik, akhir-akhir ini ia telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan bos untuk bekerja kepada bos lain."
7. Mendengar ucapan monyet, bos lalu membunuh rusa karena dinilai telah berkhianat kepadanya...
Itu mengapa ada kalanya suatu ucapan sebaiknya berhenti hanya sampai telinga kita. Hendaknya dipikirkan baik2 tentang resiko, manfaat dan akibatnya kalau ucapan itu akan diteruskan.
Senin, 06 April 2015
Minggu, 05 April 2015
Bahagia ada di Dalam Diri Kita
Bahagia ada di Dalam Diri Kita
Oleh Bhante Pannyavaro
Orang miskin makan makanan yang sederhana sudah nikmat sekali.
Tetapi, bagi orang yg kaya raya, makan makanan yang mewah baru merasa nikmat.
Kalau kita periksa, di dalam makanan yang sederhana & makanan mewah itu, adakah kebahagiaan disana?
Tidak ada!
Senang & nikmat ada di dalam batin.
Kalau orang kaya kita beri makanan yang sederhana menjadi kecewa & jengkel. Apakah kecewa & jengkel itu ada dalam makanan itu? Ternyata tidak ada! Kecewa & jengkel ada di dalam batin.
Kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri. Kita tidak perlu mencarinya jauh
Agama apapun tidak bisa menghadiahkan kebahagiaan, tapi hanya menunjukkan caranya. kita sendiri yang harus melaksanakannya. Semua itu bergantung kepada kita sendiri.
Siapa yang membuat bahagia? Kita sendiri.
Siapa yang membuat tidak bahagia? Kita sendiri juga.
Kebahagiaan bergantung pada perubahan yang kita lakukan di dalam diri
Kalau kita berani mengubah sikap hidup, menghancurleburkan keserakahan, keakuan; tidak hanya untuk menjaga gengsi, tetapi benar-benar ingin menghancurkan nafsu keburukan, maka kebahagiaan akan muncul dalam batin kita.
jika kebahagiaan sudah muncul di dalam batin, kita akan merasa bahagia setiap saat.
Cobalah renungkan, kebahagiaan ada di dalam diri kita, tidak ada dalam makanan, tidak ada dalam pakaian, tidak ada dalam rumah yang bagus, juga tidak ada di dalam mobil yang berganti-ganti.
Apa saja yang kita hadapi, bisa membuat kita menderita, karena penderitaan itu kita yang membuatnya sendiri.
Sebaliknya, kita juga bisa untuk tidak membuat penderitaan.
Jadi kalau menghadapi apapun, buatlah agar tidak menjadi menderita karena kita sendiri yang bisa membuat menjadi penderitaan atau tidak menjadi penderitaan.
(Bhikkhu Sri Pannavaro)
Oleh Bhante Pannyavaro
Orang miskin makan makanan yang sederhana sudah nikmat sekali.
Tetapi, bagi orang yg kaya raya, makan makanan yang mewah baru merasa nikmat.
Kalau kita periksa, di dalam makanan yang sederhana & makanan mewah itu, adakah kebahagiaan disana?
Tidak ada!
Senang & nikmat ada di dalam batin.
Kalau orang kaya kita beri makanan yang sederhana menjadi kecewa & jengkel. Apakah kecewa & jengkel itu ada dalam makanan itu? Ternyata tidak ada! Kecewa & jengkel ada di dalam batin.
Kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri. Kita tidak perlu mencarinya jauh
Agama apapun tidak bisa menghadiahkan kebahagiaan, tapi hanya menunjukkan caranya. kita sendiri yang harus melaksanakannya. Semua itu bergantung kepada kita sendiri.
Siapa yang membuat bahagia? Kita sendiri.
Siapa yang membuat tidak bahagia? Kita sendiri juga.
Kebahagiaan bergantung pada perubahan yang kita lakukan di dalam diri
Kalau kita berani mengubah sikap hidup, menghancurleburkan keserakahan, keakuan; tidak hanya untuk menjaga gengsi, tetapi benar-benar ingin menghancurkan nafsu keburukan, maka kebahagiaan akan muncul dalam batin kita.
jika kebahagiaan sudah muncul di dalam batin, kita akan merasa bahagia setiap saat.
Cobalah renungkan, kebahagiaan ada di dalam diri kita, tidak ada dalam makanan, tidak ada dalam pakaian, tidak ada dalam rumah yang bagus, juga tidak ada di dalam mobil yang berganti-ganti.
Apa saja yang kita hadapi, bisa membuat kita menderita, karena penderitaan itu kita yang membuatnya sendiri.
Sebaliknya, kita juga bisa untuk tidak membuat penderitaan.
Jadi kalau menghadapi apapun, buatlah agar tidak menjadi menderita karena kita sendiri yang bisa membuat menjadi penderitaan atau tidak menjadi penderitaan.
(Bhikkhu Sri Pannavaro)
Kebiasaan Membentuk Karakter
KEBIASAAN MEMBENTUK KARAKTER
•• •• •• •• •• •• •• ••
PERBEDAAN mendasar antara orang yg GAGAL & SUKSES hanyalah terletak pada KEBIASAAN yg di lakukannya setiap hari.
Baik di sadari maupun tidak, apa yg kita lakukan setiap harinya, lama kelamaan akan menjadi sebuah KEBIASAAN.
Jika kita kerap datang terlambat,
bangun siang, mengeluh, berpikir negatif, maka lambat laun hal ini akan menjadi KEBIASAAN.
Apabila sudah menjadi KEBIASAAN,
secara perlahan namun pasti akan membentuk KARAKTER kita.
Jadi...
KEBIASAAN SESEORANG SANGAT BERPENGARUH PADA KEMAJUAN DIRINYA !!!
ORANG yg BERHASIL memiliki KEBIASAAN yg BERBEDA dari kebanyakan orang.
Mereka begitu KONSISTEN menjalankan perannya:
• BERFOKUS pada TUJUAN
• Mengisi diri dgn TERUS BELAJAR
• Memprogram PIKIRAN tiap pagi untuk selalu POSITIF & BERSYUKUR
• DISIPLIN & berpegang teguh pada KOMITMEN untuk keberhasilan
Bagaimana dgn kebiasaan Anda ?
Silahkan cek kebiasaan Anda...
Jika Anda merasa bahwa apa yg biasa Anda lakukan, bicarakan, pikirkan selama ini, ternyata tidak memberi nilai manfaat, sekaranglah saatnya bagi Anda untuk berubah.
MENGUBAH KEBIASAAN ITU PERLU SEBUAH KOMITMEN & KONSISTENSI UNTUK TERUS MENERUS MENGUPAYAKAN PERUBAHAN YG LEBIH BAIK & BERMANFAAT UNTUK ORANG BANYAK & DIRI SENDIRI !!!
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3
•• •• •• •• •• •• •• ••
PERBEDAAN mendasar antara orang yg GAGAL & SUKSES hanyalah terletak pada KEBIASAAN yg di lakukannya setiap hari.
Baik di sadari maupun tidak, apa yg kita lakukan setiap harinya, lama kelamaan akan menjadi sebuah KEBIASAAN.
Jika kita kerap datang terlambat,
bangun siang, mengeluh, berpikir negatif, maka lambat laun hal ini akan menjadi KEBIASAAN.
Apabila sudah menjadi KEBIASAAN,
secara perlahan namun pasti akan membentuk KARAKTER kita.
Jadi...
KEBIASAAN SESEORANG SANGAT BERPENGARUH PADA KEMAJUAN DIRINYA !!!
ORANG yg BERHASIL memiliki KEBIASAAN yg BERBEDA dari kebanyakan orang.
Mereka begitu KONSISTEN menjalankan perannya:
• BERFOKUS pada TUJUAN
• Mengisi diri dgn TERUS BELAJAR
• Memprogram PIKIRAN tiap pagi untuk selalu POSITIF & BERSYUKUR
• DISIPLIN & berpegang teguh pada KOMITMEN untuk keberhasilan
Bagaimana dgn kebiasaan Anda ?
Silahkan cek kebiasaan Anda...
Jika Anda merasa bahwa apa yg biasa Anda lakukan, bicarakan, pikirkan selama ini, ternyata tidak memberi nilai manfaat, sekaranglah saatnya bagi Anda untuk berubah.
MENGUBAH KEBIASAAN ITU PERLU SEBUAH KOMITMEN & KONSISTENSI UNTUK TERUS MENERUS MENGUPAYAKAN PERUBAHAN YG LEBIH BAIK & BERMANFAAT UNTUK ORANG BANYAK & DIRI SENDIRI !!!
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3
Carilah Terang
-Carilah jalan terang-
Jika listrik mendadak mati di malam hari, apa yang kali pertama kita cari? Kalau tidak senter, biasanya lilin. Yang jelas, kita akan segera berusaha mencari hal yang bisa membuat terang. Begitu pula saat kita berada di sebuah ruang gelap. Yang pertama dicari adalah saklar lampu untuk menerangi kegelapan. Tanpa disadari, kita sudah sangat bergantung pada terang. Dan memang, mata tak kan bisa melihat tanpa adanya terang. Secara hukum alam, benda yang tak terkena cahaya, tak akan bisa kita lihat karena tak ada pantulan sinar yang masuk ke mata.
Tapi sayangnya, ketika terang sudah kita dapat, saat kita bisa melihat dengan jelas karena adanya cahaya atau sinar, kadang kita lupa bersyukur. Kita hanya merasa biasa saja matahari bersinar membuat kita bebas melihat apa saja tanpa bantuan lampu atau lilin. Tak jarang, malah kita mencaci matahari saking panasnya bersinar. Malam hari, saat listrik memberikan terang melalui lampu yang menyala, kita pun sudah merasa biasa saja. Padahal, di luar sana, barangkali masih banyak orang yang belum mendapat saluran listrik hingga tiap malam hanya diterangi temaram bulan purnama atau lampu minyak dan lilin.
Sadarkah kita, kalau sebenarnya sinar terang itu adalah kenikmatan mutlak yang telah ada.
Coba ingat saat tiba2 lampu mati. Tak jarang orang segera mengutuk kegelapan yang terjadi. Betapa tidak nyamannya gelap. Inilah yang patut kita renungkan, betapa terang adalah sebuah keberkahan.
Terang mengajarkan banyak hal dalam kehidupan. Untuk itu, mari selalu mensyukuri terang dan nikmat yang bisa kita peroleh. Dan, ingat selalu, bahwa sehabis gelap, pasti akan selalu muncul terang. Sehabis malam, pasti datang pula siang. Semoga kita selalu mampu berpikir terang, dan tetap optimis di dalam kondisi apa pun yang kita hadapi saat ini. Sehingga, kita mampu menegakkan kebaikan di setiap kesempatan.
"If you light a lamp for somebody, it will also brighten your path" ~ Buddha
Jika listrik mendadak mati di malam hari, apa yang kali pertama kita cari? Kalau tidak senter, biasanya lilin. Yang jelas, kita akan segera berusaha mencari hal yang bisa membuat terang. Begitu pula saat kita berada di sebuah ruang gelap. Yang pertama dicari adalah saklar lampu untuk menerangi kegelapan. Tanpa disadari, kita sudah sangat bergantung pada terang. Dan memang, mata tak kan bisa melihat tanpa adanya terang. Secara hukum alam, benda yang tak terkena cahaya, tak akan bisa kita lihat karena tak ada pantulan sinar yang masuk ke mata.
Tapi sayangnya, ketika terang sudah kita dapat, saat kita bisa melihat dengan jelas karena adanya cahaya atau sinar, kadang kita lupa bersyukur. Kita hanya merasa biasa saja matahari bersinar membuat kita bebas melihat apa saja tanpa bantuan lampu atau lilin. Tak jarang, malah kita mencaci matahari saking panasnya bersinar. Malam hari, saat listrik memberikan terang melalui lampu yang menyala, kita pun sudah merasa biasa saja. Padahal, di luar sana, barangkali masih banyak orang yang belum mendapat saluran listrik hingga tiap malam hanya diterangi temaram bulan purnama atau lampu minyak dan lilin.
Sadarkah kita, kalau sebenarnya sinar terang itu adalah kenikmatan mutlak yang telah ada.
Coba ingat saat tiba2 lampu mati. Tak jarang orang segera mengutuk kegelapan yang terjadi. Betapa tidak nyamannya gelap. Inilah yang patut kita renungkan, betapa terang adalah sebuah keberkahan.
Terang mengajarkan banyak hal dalam kehidupan. Untuk itu, mari selalu mensyukuri terang dan nikmat yang bisa kita peroleh. Dan, ingat selalu, bahwa sehabis gelap, pasti akan selalu muncul terang. Sehabis malam, pasti datang pula siang. Semoga kita selalu mampu berpikir terang, dan tetap optimis di dalam kondisi apa pun yang kita hadapi saat ini. Sehingga, kita mampu menegakkan kebaikan di setiap kesempatan.
"If you light a lamp for somebody, it will also brighten your path" ~ Buddha
Warna hitam
Warna
Kisah nyata di AS. Ada seorang wanita kulit putih yg hendak melakukan perjalanan dg seorang putranya yg berusia 6 thn. Mereka menaiki taksi yg dikemudikan oleh seorang pria kulit hitam.
Karena si anak tak pernah melihat orang kulit hitam sebelumnya, maka hatinya sangat ketakutan & bertanya pd ibunya:
"Ibu, apakah orang ini bkn penjahat? Mengapa kulitnya begitu hitam?"
Sopir tadi sangat sedih mendengarnya.
Saat itu pula, sang ibu berkata pd anaknya: "Paman sopir ini bkn orang jahat, dia adalah orang yg sangat baik."
Anak terdiam sejenak, lalu bertanya lagi:
"Jika dia bkn orang jahat, lalu apakah dia pnh melakukan sesuatu yg buruk, sehingga kulitnya begitu hitam?"
Mendengar perkataan anak ini, mata pria kulit hitam itu berkaca2, tapi dia ingin tahu bagaimana wanita kulit putih itu menjawab pertanyaan tsb.
Ibu ini menjawab: "Dia adalah pria yg sangat baik, juga tak pernah berbuat jahat. Bukankah bunga2 di kebun rumah kita ada yg berwarna merah, putih, kuning & warna lainnya?
"Benar bu!"
"Bukankah biji benih dr semua bunga tsb berwarna hitam?"
Anak ini berpikir sejenak, "Benar bu! Semuanya berwarna hitam."
"Benih hitam itu yg memekarkan bunga2 berwarna-warni yg indah, sehingga dunia menjadi penuh warna-warni juga, bukankah begitu anakku?"
"Benar bu!" Anak ini seakan tiba2 tersadarkan & berkata:
"Kalau begitu pasti paman sopir ini bkn orang jahat! Terima kasih paman sopir! Anda telah membuat dunia menjadi penuh warna-warni, saya akan berdoa untukmu."
Anak polos ini lalu mulai komat-kamit berdoa, sopir kulit hitam ini tak bisa menahan diri lagi utk tidak mengalirkan air mata
Penjelasan yg bijak, membuat pengertian yg mendalam.
Sudah bijaksana kah kita memberikan penjelasan2 terhadap orang2 yg ada di sekitar kita?. Sehingga menenangkan dan mendamaikan suasana,tak ada lagi saling mencurigai
"Being a good person does not depend on your religion,status,race,color,political views or culture. It depends on how you treat others"
Kisah nyata di AS. Ada seorang wanita kulit putih yg hendak melakukan perjalanan dg seorang putranya yg berusia 6 thn. Mereka menaiki taksi yg dikemudikan oleh seorang pria kulit hitam.
Karena si anak tak pernah melihat orang kulit hitam sebelumnya, maka hatinya sangat ketakutan & bertanya pd ibunya:
"Ibu, apakah orang ini bkn penjahat? Mengapa kulitnya begitu hitam?"
Sopir tadi sangat sedih mendengarnya.
Saat itu pula, sang ibu berkata pd anaknya: "Paman sopir ini bkn orang jahat, dia adalah orang yg sangat baik."
Anak terdiam sejenak, lalu bertanya lagi:
"Jika dia bkn orang jahat, lalu apakah dia pnh melakukan sesuatu yg buruk, sehingga kulitnya begitu hitam?"
Mendengar perkataan anak ini, mata pria kulit hitam itu berkaca2, tapi dia ingin tahu bagaimana wanita kulit putih itu menjawab pertanyaan tsb.
Ibu ini menjawab: "Dia adalah pria yg sangat baik, juga tak pernah berbuat jahat. Bukankah bunga2 di kebun rumah kita ada yg berwarna merah, putih, kuning & warna lainnya?
"Benar bu!"
"Bukankah biji benih dr semua bunga tsb berwarna hitam?"
Anak ini berpikir sejenak, "Benar bu! Semuanya berwarna hitam."
"Benih hitam itu yg memekarkan bunga2 berwarna-warni yg indah, sehingga dunia menjadi penuh warna-warni juga, bukankah begitu anakku?"
"Benar bu!" Anak ini seakan tiba2 tersadarkan & berkata:
"Kalau begitu pasti paman sopir ini bkn orang jahat! Terima kasih paman sopir! Anda telah membuat dunia menjadi penuh warna-warni, saya akan berdoa untukmu."
Anak polos ini lalu mulai komat-kamit berdoa, sopir kulit hitam ini tak bisa menahan diri lagi utk tidak mengalirkan air mata
Penjelasan yg bijak, membuat pengertian yg mendalam.
Sudah bijaksana kah kita memberikan penjelasan2 terhadap orang2 yg ada di sekitar kita?. Sehingga menenangkan dan mendamaikan suasana,tak ada lagi saling mencurigai
"Being a good person does not depend on your religion,status,race,color,political views or culture. It depends on how you treat others"
Langganan:
Postingan (Atom)