Tradisi

Therawada (150) Mahayana (24) Vajrayana (9) zen (6)

Sabtu, 13 Juli 2013

TIGA MACAM KEBAIKAN

TIGA MACAM KEBAIKAN. (Kusalamula 3)


<3[I]<3 ALOBHA:
Tidak tamak, tidak loba atau ketidak cenderungan pikiran terhadap suatu obyek. Ia juga disebut Nekkhamma-dhatu (pengingkaran diri atau meninggalkan kesenangan duniawi) atau disebut juga Anabhijjha (tidak mempunyai napsu loba).

<3[II]<3 ADOSA:
Tidak benci, tidak dendam, menurut etika berarti persahabatan, yaitu kecenderungan dari pikiran kearah obyeknya, kemurnian pikiran. Ia juga disebut Abyapada (tidak mempunyai kemauan jahat) dan Metta (cinta-kasih tanpa pamrih).

<3[III]<3 AMOHA:
Tidak bodoh atau mengenal sesutu menurut keadaan yang sebenarnya. Ia juga disebut Nana (Pengertian), Panna (Kebijaksanaan), Vijja (Pengetahuan), Samma-ditthi (Pandangan Benar).

CATATAN:

Bagi mereka dalam dirinya
telah bernaung Kusala-mula 3 disebut Tihetuka-puggala (makhluk yang bersekutu dengan "tiga sebab/akar). Ada 4 jenis:
1. Tihetuka Ukkhatthukkattha (tinggi-tinggi).
2. Tihetuka Ukkhatthomaka (tinggi-rendah).
3. Tihetuka Omakukkhattha (rendah-tinggi).
4. Tihetuka Omakomaka (rendah-rendah).
Penjelasan:
No.1 dan 2 diatas bila meninggal dunia terlahir lagi menjadi Tihetuka-puggala. Melaksanakan Samatha mencapai Jhana, Vipassana mencapai kesucian. Sedangkan No.3 dan 4 diatas bila meninggal dunia terlahir menjadi Dvihetuka-puggala.

(Dighanikaya III.275).

*************************
Pengurai Dhamma:
Pandit J. Kaharuddin.
*************************
Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 12 Juli 2013

Uraian Singkat Tentang Karma

HINDARI KEJAHATAN - PERBANYAK KEBAJIKAN - SUCIKAN HATI DAN PIKIRAN

Aku adalah pemilik kammaku sendiri...
Pewaris kammaku sendiri...
Lahir dari kammaku sendiri...
Berhubungan dengan kammaku sendiri...
Terlindung dari kammaku sendiri...
Apapun kamma yang kuperbuat, baik atau buruk...
Itulah yang akan aku warisi...

Dua kalimat terakhir menjelaskan bahwa "SEBAB" apapun yang aku perbuat, maka "AKIBAT" itu pula yang akan ku terima.

Perbuatan buruk akan berbuah buruk.
Perbuatan baik akan berbuah baik.

Kadang terlihat "seperti" ada perbuatan baik yang di balas dengan kejahatan, namun sesungguhnya bukan perbuatan baiknya yang berbuah buruk,melainkan karena kondisi diisaat itu pas untuk kamma buruk "masa lampaunya" berbuah sehingga perbuatan baik tersebut kemudian menjadi pemicu munculnya buahnya kamma buruk "masa lampau" orang tersebut, sehingga terlihat seolah olah perbuatan baik tersebut berbuah buruk, padahal sesungguhnya itu adalah buah kamma buruk masa lampaunya yang matang disaat ini karena kondisinya sudah pas.

Sedangkan Perbuatan Baiknya disaat ini tetap akan menghasilkan buah baiknya bila kondisinya juga sudah pas dan tentunya akan muncul juga melalui pemicunya sendiri disaat itu.

Demikian pula sebaliknya perbuatan buruk yang seolah olah terlihat berbuah baik.

Meskipun ini sulit dibuktikan dan "andaikan" bahkan kalimat diatas adalah salah, ternyata PERBUATAN BAIK BENAR BENAR BELUM TENTU BERBUAH BAIK, namun tetap memilih untuk tidak melakukan perbuatan jahat AKAN SELALU MENJADI PILIHAN YANG TERBAIK, karena orang yang melakukan perbuatan jahat HIDUPNYA TIDAK AKAN PERNAH TENANG.

Oleh karena itu bila belum ada kebajikan (Perbuatan Baik) yang bisa kita lakukan saat ini setidaknya cobalah mulai belajar untuk
HINDARI KEJAHATAN
Kemudian baru PERBANYAK KEBAJIKAN (Pebuatan Baik), dan terakhir
SUCIKAN HATI DAN PIKIRAN, inilah intisari ajaran Buddha, jalan menuju Lenyapnya Penderitaan.

Semoga Semua Mahluk Berbahagia..._/\_

Ŝα‎​Ðнů(*)Ŝα‎​Ðнů(*)Ŝα‎​Ðнů


Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 06 Juli 2013

Sepuluh jenis karma baik dan Sepuluh jenis karma buruk :

Sepuluh jenis karma baik :

1. Gemar beramal dan bermurah hati (Dana) - Akan berakibat dengan diperolehnya kekayaan dalam kehidupan ini atau kehidupan yang akan datang
2. Hidup bersusila (Sila) - Mengakibatkan terlahir kembali dalam keluarga luhur yang keadaannya berbahagia
3. Bermeditasi (Bhavana) - Berakibat dengan terlahir kembali di alam-alam bahagia sorga sorga sampai step by step tahap kondisi Nibbana/Nirvana
4. Berendah hati dan menghormati orang yang patut dihormati (Apacayana) - Menyebabkan terlahir kembali dalam keluarga luhur
5. Berbakti atau melayani orang yang patut dilayani (Veyyavacca) - Berbuah dengan diperolehnya penghargaan dari masyarakat
6. Cenderung untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain atau pemberian Jasa (Pattidana) - Berbuah dengan terlahir kembali dalam keadaan berlebih dalam banyak hal
7. Bersimpati terhadap kebahagiaan orang lain atau turut bahagia atas kebaikan orang lain (Pattanumodana) - Menyebabkan terlahir dalam lingkungan yang menggembirakan
8. Mendengarkan Dharma (Dharma Savanna) - Berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan
9. Membabarkan Dharma (Dharma Desana) - Berbuah dengan bertambahnya kebijaksanaan
10. Mengarahkan pada pandangan benar (Ditthijju karma)- Berbuah dengan diperkuatnya keyakinan
***

Sepuluh jenis karma buruk :

1. Pembunuhan (Panatipata) - Akibatnya pendek umur, berpenyakitan, senantiasa dalam kesedihan karena terpisah dari keadaan atau orang yang dicintai, dalam hidupnya senantiasa berada dalam ketakutan
2. Pencurian atau mengambil barang yang tidak diberikan (Adinnadana) - Akibatnya kemiskinan, dinista dan dihina, dirangsang oleh keinginan yang senantiasa tidak tercapai, penghidupannya senantiasa tergantung pada orang lain
3. Perbuatan asusila (Kamesumicchacara) - Akibatnya mempunyai banyak musuh, beristeri atau bersuami yang tidak disenangi, terlahir sebagai pria atau wanita yang tidak normal seksnya
4. Berdusta (Musavada) - Akibatnya menjadi sasaran penghinaan, tidak dipercaya khalayak ramai
5. Menfitnah (Pisunavaca) - Kehilangan sahabat-sahabat tanpa sebab yang berarti.
6. Kata-kata kasar dan kotor - Akibatnya sering didakwa yang bukan-bukan oleh orang lain
7. Omong kosong (Samphappalapa) - Akibatnya bertubuh cacat, berbicara tidak tegas, tidak dipercaya oleh khalayak ramai
8. Keserakahan atau ketamakan(Abhijja) - Akibatnya tidak tercapai keinginan yang sangat-sangat diharapkan
9. Kebencian, kemauan jahat atau niat untuk mencelakakan makhluk lain (Vyapada) - Akibatnya buruk rupa, macam-macam penyakit, watak tercela
10. Pandangan salah (Micchaditthi) - Akibatnya tidak melihat keadaan yang sewajarnya, kurang bijaksana, kurang cerdas, penyakit yang lama sembuhnya, pendapat yang tercela
***


Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 30 Juni 2013

All is well By: Ajahn Brahm

Orang sering bertanya, 'Bagaimana Anda bisa bilang all is well (segalanya baik) kalau saya sakit atau saya tidak punya uang atau pacar meninggalkan saya?'

Segalanya baik karena hidup tidak pernah pasti 100% dan jika hidup Anda selalu bahagia, maka Anda tidak pernah belajar apa pun.
Kalau suatu saat Anda mendapatkan 30% dan menjadi begitu depresi, murung, segala sesuatu bisa saja salah dari waktu ke waktu, maka pada saat itulah Anda dapat kesempatan untuk bertumbuh.

Ketika Anda sakit, Anda bisa istirahat dan membuka kesempatan kepada siapa pun untuk berbuat karma baik mis. dengan mengobati, merawat, atau menjenguk Anda.

Bahkan tak ada yang salah dengan menjadi tua. Menjadi tua adalah sesuatu yang luar biasa!
Saya berumur 60 tahun. Saya selalu berpikir saya tidak semuda dulu, tapi tidak setua apa yang akan saya alami. Jadi lebih baik saya menikmati hari ini.

Dengan cara seperti itu, Anda tidak perlu cemas terhadap apapun.
Apapun yang akan terjadi dengan hidup kita, all is well. Walaupun banyak kesedihan dan kesulitan dalam hidup kita, itulah tantangannya karena dengan adanya itu, maka kita bisa bertumbuh.
Karena adanya kesedihan dan air mata, kita bisa memiliki welas asih.

Semua kesakitan dan penderitaan akan berakhir dan sesudahnya akan timbul kebahagiaan

Tapi kadang2 kita tidak bisa bilang all is well dengan tulus karena masih saja cemas dengan hal-hal di masa lalu maupun di masa depan

Jangan mengkhawatirkan kejadian yang belum terjadi di masa depan dan jangan terpaku terhadap kenangan buruk di masa lalu, ingatlah pada kenangan yang bahagia dan menyenangkan.
Ini akan membuat Anda termotivasi menjadi orang yang lebih bahagia, menjadi orang yang lebih sehat, menjadi orang yang lebih sukses. Itulah yang disebut melepas. Ketika Anda melepas rasa sakit di masa lalu, apa yang tersisa? All is well…

So, mari kita ucapkan, "Untuk semua yang telah terjadi, terima kasih.
Untuk semua yang akan terjadi, baiklah."


Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 16 Juni 2013

Pikiran adalah Pelopor

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk.
Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.
(Dhammapada)

Ketika aku merenungi diri sendiri, aku menyadari betapa kentalnya egoku.
Ego inilah yg menjadi benih keserakahan dan kebencian.
Aku ingin ini, ingin itu..aku tdk mau dirugikan..
aku merasa malu karna begini begitu..
harga diriku tercela..aku..aku...dan aku....

Ketika aku merenungi kembali hal" tersebut, aku menyadari kalau hal itu timbul karena aku memandang bahwa diriku adalah yg paling penting dan utama dalam dunia ini.
Hampir semua tindakanku berlandaskan ego. Aku harus sadar kalau hal-hal inilah yg menyebabkan penderitaan..
aku menderita karena hal-hal yg terjadi tidak seperti diharapkan oleh ego pada diriku

Jikalau aku sadar , tidak semua hal bisa berjalan seperti yg aku mau...
Jikalau aku sadar , hal yg terjadi itu, akan membawa makna yg jauh lebih dari yg aku ketahui....

Percayalah...
hal itu akan membuka wawasan yg baru
mengajari hal" yg baru,
disinilah kedewasaan akan teruji.
bersikaplah bijaksana..
bukalah hati...
terimalah semuanya dngn senyuman...
bagaimanapun, hidup ini hanyalah suatu perjalanan...

Biarlah yang terjadi berlalu..


Sent from BlackBerry® on 3