Minggu, 29 Maret 2015
Renungan Kesabaran
Kesabaran seseorangan seharusnya diperkuat dg berpikir :
>Mereka yg tidak memiliki kesabaran akan menderita akibat ketidak sabarannya sendiri & akan terbawa pada kehidupan selanjutnya.
>Sekalipun penderitaan ini timbul akibat perbuatan salah orang lain, tetapi perbuatan yg menimbulkan penderitaan tsb merupakan akibat dari perbuatanku sendiri.
>Bila tidak ada seorang pun yg berbuat kesalahan bagaimana aku dapat melatih & menyempurnakan kesabaranku? Sekalipun saat ini ia berbuat kesalahan, tetapi dahulu ia mungkin seorang yg murah hati terhadapku.
>Semua makhluk bagaikan anak-anakku sendiri & orang tua manakah yg menjadi marah & dendam krn kesalahan yg dilakukan oleh anak-anaknya?
>Ia berbuat salah padaku mungkin krn kesalahan yg ada dalam diriku, aku harus berusaha untuk melenyapkan kesalahan itu (bukan sebaliknya berbuat kesalahan yg baru).
>Seseorang yg terpengaruh emosionalnya oleh kata2/cibiran orang lain adalah orang yg menampung sampah busuk (kemarahan) yg dibuang org lain.
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3
Kamis, 26 Maret 2015
Kisah Kecelakaan Kapal
Kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam.
Sepasang suami istri berlari menuju ke skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa.
Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.
Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya,
"Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?"
Sebagian besar murid-murid itu menjawab, "Aku benci kamu!" "Kamu tau aku buta!!" "Kamu egois!" "Nggak tau malu!"
Tapi guru itu kemudian menyadari ada seorang murid yang diam saja. Guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab. Kata si murid,
"Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, 'Tolong jaga anak kita baik-baik'".
Guru itu terkejut dan bertanya, "Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?"
Murid itu menggeleng. "Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis."
Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata, "Jawaban ini benar."
Kapal itu kemudian benar-benar tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian.
Bertahun-tahun kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya.
Di sana dia menemukan kenyataan bahwa, saat orangtuanya naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal.
Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup.
Dia menulis di buku harian itu,
"Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu. Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana."
Moral: bahwa kebaikan dan kejahatan tidak selalu seperti yg sering kita pikirkan.
Senin, 23 Maret 2015
Kisah Kehidupan Lampau Tuhan atau Dewa Sakka
Kisah Magha,
Dewa/Tuhan Sakka atau Raja Para Dewa/Tuhan atau lebih dikenal sebagai Thi Kong
Suatu waktu,
seorang Pangeran Licchavi,
bernama Mahali,
datang untuk mendengarkan khotbah Dhamma yang disampaikan oleh Sang Buddha.
Khotbah yang dibabarkan adalah Sakka panha Suttanta.
Sang Buddha menceritakan tentang Sakka (Raja♚ Para Tuhan/Dewa)yang selalu bersemangat.
Mahali kemudian berpikir bahwa Sang Buddha pasti pernah berjumpa dengan Sakka secara langsung.
Untuk meyakinkan hal tersebut,dia bertanya kepada Sang Buddha.
Sang Buddha menjawab, "Mahali,
Aku mengenal Sakka,
Aku juga mengetahui
apa yang menyebabkan
dia menjadi Sakka."
Kemudian Beliau
bercerita kepada Mahali, bahwa :
Sakka,raja para Tuhan/dewa,
pada kehidupannya yang lampau adalah seorang pemuda yang bernama Magha, tinggal di desa Macala.
Pemuda Magha dan
tiga puluh dua temannya
pergi untuk membangun
jalan dan tempat tinggal.
Magha juga bertekad untuk melakukan tujuh kewajiban.
Tujuh kewajiban tersebut adalah:
(1) Dia akan merawat kedua orang tuanya;
(2) Dia akan menghormati orang yang lebih tua;
(3) Dia akan berkata sopan;
(4) Dia akan menghindari membicarakan orang lain;
(5) Dia tidak akan menjadi orang kikir,
Dia akan menjadi orang yang murah hati;
(6) Dia akan berkata jujur;
dan
(7) Dia akan menjaga dirinya untuk tidak mudah marah.
Karena kelakuannya yang baik, dan tingkah lakunya yang benar pada kehidupannya yang lampau, Magha dilahirkan kembali sebagai Sakka, raja para Tuhan/Dewa.
Kemudian Sang Buddha membabarkan Dhammapada syair 30 berikut ini :
¤ "Dengan
menyempurnakan kewaspadaan,
Dewa Sakka dapat mencapai tingkat pemimpin di antara para Tuhan/dewa.
Sesungguhnya,
Kewaspadaan itu akan selalu dipuji,dan
Kelengahan akan selalu
dicela."¤
Šαbbє Šαttα ßhαvαntu Šukhitαttα.
Šαdhu...3x.
Download:
Mp3 Hokkian Dhamma talk
B.Dhammavuddho
Anguttara Nikaya Sutta 10.6.51
Http://bit.ly/1DVHTPY
B.Atimedho
Harta dalam Dhamma
Http://bit.ly/1jOolWO
Semoga semua makhluk berbahagia.
Rabu, 11 Maret 2015
Jangan Menilai Orang
Kita tdk berhak utk menilai salah atau benar, baik atau buruknya sseorg,
sebab bisa saja tampak di luar baik,
tp buruk di dlmnya atau sebaliknya.
Bnyk org cenderung mudah utk mnghakimi & mmberi penilaian kpd org lain secara berlebihan.
Jadi alangkah lebih baiknya bila:
INTROPEKSI DIRI SENDIRI SEBLM MENILAI ORG LAIN,& MEMPERBAIKI DIRI SEBLM MENUNTUT ORG LAIN MMPERBAIKI DIRINYA....
Jadilah Org yg BIJAK dlm menilai ssuatu..
#####
MEMBENCI DAN MENDENDAM MEMBAWA PERMUSUHAN..
MEMAAFKAN DAN MELUPAKAN MEMBAWA KEDAMAIAN.
"Sabbe satta bhavantu sukhitatta"
สัพเพ สัต ตา ภะ วัน ตุ สุขิตัต ตา
may all beings be happy..
semoga semua makhluk berbahagia..
Minggu, 08 Maret 2015
Aliran Sungai Kehidupan
•• •• •• •• •• ••
Bila di perhatikan SUNGAI yg aliran airnya TIDAK LANCAR, kita akan mendapati beberapa PENYEBABNYA yaitu adanya :
•☑• SAMPAH
Kadang kita tidak bisa mengalirkan HAL² yg BΑÍK, karena HIDUP kita mengalirkan SAMPAH².
SAMPAH berbicara tentang sesuatu yg di masukkan ke dalam diri kita, seperti : GOSSIP, PIKIRAN NEGATIF, KEBENCIAN, IRI HATI, KEMARAHAN, dsb.
Saat membiarkan diri kita TERMAKAN oleh GOSSIP / OMONGAN NEGATIF orang lain, rasa KESAL, MARAH & KECEWA akan memenuhi HATI kita.
Belajarlah MENGUASAI PIKIRAN, karena kita tidak bisa MELARANG orang lain MEMBICARAKAN kita, namun kita bisa MENJAGA PIKIRAN kita untuk tetap TENANG.
•☑• BATU
Di sini BATU berbicara tentang KEKERASAN HATI.
Tidak jarang perbuatan orang lain membuat kita SAKIT HATI, lalu MENDENDAM.
Biasanya kita akan di hadapkan dengan 2 PILIHAN : Mau MEMAAFKAN?
atau Tetap MENDENDAM kepada orang tsb? Sebaiknya adalah kita belajar untuk memaafkan orang tsb, karena kalo kita mendendam kpd seseorang sama dg kita menyakiti diri kita sendiri.
•☑• LUMPUR
Di sini LUMPUR berbicara tentang MASA LALU.
Mungkin kita memiliki MASA LALU yg BURUK, yg belum di selesaikan.
Karena itu, penting bagi kita untuk melupakan MASA LALU agar dapat menjadi SUNGAI yg mengalirkan KEHIDUPAN BARU.
SUNGAI tak bisa mengalirkan KEHIDUPAN BARU kalo masih ada SAMPAH, BATU & LUMPUR.
Demikian juga hidup kita, Mari kita bersihkan aliran SUNGAI KEHIDUPAN yg ada dalam diri kita masing2.
SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA! <3